Kelakar Prabowo di Hadapan TNI-Polri: Nanti Ada Pertandingan Antar Jenderal, Saya Wasitnya

5 hours ago 1

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:03 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan saat berpidato di hadapan jajaran TNI dan Polri dalam acara Panen Raya Tebu TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 17 Juli 2026.

Di tengah sambutannya, Prabowo berkelakar akan menjadi wasit jika digelar pertandingan antarjenderal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nanti ada pertandingan antar jenderal-jenderal, saya wasitnya," ucap Prabowo.

Candaan tersebut langsung disambut gelak tawa para tamu undangan yang terdiri dari pejabat pemerintah, pimpinan TNI-Polri, dan masyarakat.

Prabowo menyoroti prestasi prajurit Indonesia dalam ajang menembak internasional. Menurutnya, tim Indonesia berulang kali meraih kemenangan menggunakan senjata buatan dalam negeri.

"Senjata kita sudah diakui dunia. Kita menang pertandingan nembak, berapa kali? 12 kali, kayaknya lebih. Oh, Australia 12 kali berturut-turut dalam pertandingan mereka, yang bikin peraturan mereka, wasitnya mereka, tekniknya mereka. Kita menang 12 kali, pakai senjata buatan anak-anak Indonesia, senapan serbu dari kita, pistol dari kita, SO dari kita," ujarnya.

Prabowo mengatakan kemenangan tersebut membuat negara lain terkejut karena sebelumnya Indonesia dipandang sebelah mata.

"Saya dengar begitu kita menang, kaget mereka," lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan senjata yang digunakan kontingen Indonesia sempat diperiksa oleh pihak lawan karena tidak menyangka Indonesia keluar sebagai pemenang.

Menurut Prabowo, capaian itu menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang baik, dukungan peralatan yang memadai, serta pengelolaan anggaran yang bersih.

"Ini saya kasih contoh bahwa kita sebenarnya kalau diberi kepemimpinan yang baik, diberi alat yang baik, uang makannya nggak dikorupsi, komandannya kasih contoh," katanya.

Prabowo kemudian mengingatkan para komandan agar menjadi teladan bagi anggotanya. Ia mengutip istilah Jawa, "jarkoni", yang berarti bisa mengajari tetapi tidak mampu melaksanakannya.

"Komandan komandan jangan 'jarkoni-ngajar iso nglakoni ora iso'," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengingatkan prinsip kepemimpinan Ki Hajar Dewantara.

"Tentara dan polri harus 'ing ngarso sung tulodo', di depan memberi contoh," kata Prabowo.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat

Panglima Klaim TNI Berhasil Dukung 55 Persen Produksi Beras Nasional

Pengelolaan lahan tersebut melibatkan prajurit TNI, pendamping petani, serta masyarakat di berbagai wilayah. Dari kegiatan itu, TNI AD menghasilkan sekitar 18,2 juta ton

img_title

VIVA.co.id

17 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |