Jakarta, VIVA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperketat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan jiwa bagi peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI).
Langkah itu diambil menyusul meninggalnya dokter internship Siti Zahra Maghfira yang diduga terjatuh dari lantai 18 Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan (Jaksel).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, peristiwa tersebut telah menjadi perhatian pihaknya. Evaluasi terhadap mekanisme screening kesehatan jiwa akan dilakukan meski aturan mengenai pemeriksaan tersebut sebenarnya sudah tersedia.
Menurut Budi, dugaan penyebab meninggalnya dokter yang bertugas di RS Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat (Jabar), itu tidak berkaitan dengan beban kerja selama menjalani program internship.
“Itu bukan masalah jam kerja. Dia masalahnya karena ada masalah kejiwaan. Ada masalah kejiwaan,” kata Budi, dikutip Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menjelaskan, ke depan pemeriksaan kondisi psikologis peserta internship akan menjadi perhatian khusus agar potensi persoalan kesehatan jiwa dapat terdeteksi lebih dini.
“Jadi saya sudah minta, sebenarnya sudah minta dulu ada aturannya kita akan pertegas semuanya harus dilakukan screening jiwa,” kata dia.
Budi menilai hasil pemeriksaan psikologis dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya pencegahan.
“Karena orang bunuh diri itu ketahuan di dari hasil screening. Itu yang disiplin itu yang harus dilakukan ya. Dia bukan karena dia kelebihan kerja, karena memang dia ada masalah kejiwaan,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, misteri kematian seorang dokter program internship berinisial dr. Siti Zahra Maghfira di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, masih didalami aparat kepolisian.
Korban ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari lantai 18 pada Minggu, 26 Juli 2026. Penyidik hingga kini belum menarik kesimpulan mengenai penyebab di balik insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Polisi masih mengumpulkan berbagai keterangan dan barang bukti untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Kapolsek Pancoran Komisaris Polisi Mansur mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban tinggal bersama ibunya di unit apartemen tersebut.
“Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit,” kata Mansur saat dihubungi, Senin, 27 Juli 2026.
Halaman Selanjutnya
Tak lama setelah sang ibu meninggalkan apartemen, korban disebut mengunci pintu unit dari dalam. Berdasarkan temuan awal polisi, korban kemudian diduga melompat dari jendela apartemen yang berada di lantai 18.

1 week ago
3



















