Kendal, VIVA – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menyelenggarakan Sinkronisasi dan Koordinasi melalui Sarasehan Multi-Stakeholder dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Program Pemberdayaan Kawasan Widuri Kendal dan Kawasan Perdesaan Prioritas Sukorejo–Plasma Petik Sari, bertempat di Kawasan Widuri, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga (K/L), pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan kawasan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Abdul Haris menyampaikan bahwa Kawasan Widuri Pegandon kini telah memasuki lima bulan implementasi dan menunjukkan perkembangan sebagai model nyata pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan.
“Kawasan Widuri bukan sekadar proyek, melainkan ruang kolaborasi nyata masyarakat, di mana desa-desa sekitar menjadi penerima manfaat sekaligus pelaku utama pembangunan,” ujar Abdul Haris dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan sarasehan ini dilatarbelakangi kondisi sosial ekonomi wilayah. Di Desa Wonosari, tercatat 576 individu berada pada desil 1 (14,53 persen). Di Kabupaten Kendal, jumlah individu desil 1 mencapai 35.612 orang (9,3 persen), sementara di tingkat Provinsi Jawa Tengah lebih dari 4,06 juta individu (10,15 persen) masih berada pada kelompok desil 1.
Kemenko PM Kunjungan Kerja di Kendal
Data ini menegaskan urgensi pendekatan pembangunan yang terintegrasi dan berorientasi dampak. Sejalan dengan agenda nasional, pemerintah menargetkan pengentasan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada tahun 2026 serta penciptaan lapangan kerja baru pada tahun 2026.
"Pendekatan berbasis kawasan dinilai menjadi instrumen penting untuk mencapai target tersebut," ujar dia.
Kemudian, kawasan Widuri mencatat capaian konkret, antara lain berdirinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis sekaligus menggerakkan ekonomi lokal dengan perputaran Rp900 juta hingga Rp1 miliar per SPPG, serta tumbuhnya koperasi mandiri masyarakat (non merah putih).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain Widuri, Sarasehan ini juga menegaskan penguatan Kawasan Perdesaan Prioritas Sukorejo–Plasma Petik Sari sebagai kawasan tematik berbasis potensi lokal.
Melalui forum ini, Kemenko PM berharap terbangun kolaborasi dan simbiosis mutualisme lintas sektor untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperluas lapangan kerja di kawasan perdesaan.
Banjir di Kaliwungu Kendal Sempat Rendam Rel, Sejumlah Kereta Api Terlambat
Banjir melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada Kamis, 15 Januari 2026 malam. Meski, Jumat 16 Januari 2026 sudah mulai surut,.
VIVA.co.id
16 Januari 2026

4 weeks ago
10











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
