Washington, VIVA – Pada Kamis, 3 April 2025, Presiden Donald Trump resmi menyatakan bahwa perdagangan luar negeri dan praktik ekonomi telah menciptakan keadaan darurat nasional bagi negaranya. Oleh sebab itu, Trump memberlakukan tarif responsif, yang melambung tinggi untuk memperkuat posisi ekonomi internasional Amerika Serikat dan melindungi pekerja Amerika.
Trump akan mengenakan tarif 10 persen pada semua negara. Ini akan berlaku mulai 5 April 2025 pukul 12:01 waktu setempat.
Dalam hal ini, Penjabat Presiden Korea Selatan (Korsel), Han Duck-soo, pada Kamis, 3 April 2025, memerintahkan langkah-langkah darurat bagi industri dan bisnis yang akan terkena dampak tarif besar-besaran Presiden AS Donald Trump.
Melansir dari CNBC Internasional, hal itu disampaikan oleh Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel.
Ilustrasi negara Korea Selatan
Han mendesak kementerian untuk menganalisis secara saksama rincian dan dampak tarif timbal balik AS dan secara aktif bernegosiasi dengan AS untuk meminimalkan dampak tarif.
Secara terpisah, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan kepada wartawan dalam sebuah konferensi pers bahwa keputusan Trump bukan tindakan seorang teman, dan mengesampingkan kemungkinan menanggapi dengan pungutan timbal balik terhadap AS.
Daftar Lengkap Kebijakan Tarif Trump, Alasan, hingga Pembalasan Pajak
Trump memberlakukan tarif responsif, yang melambung tinggi untuk memperkuat posisi ekonomi internasional Amerika Serikat dan melindungi pekerja Amerika.
VIVA.co.id
3 April 2025