Kenapa Banyak Anak Muda Kini Melirik Dunia Fashion Desain?

2 hours ago 1

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:00 WIB

VIVA –Persepsi tentang desain telah bergeser secara mendasar dalam satu dekade terakhir. Apa yang dulu dilihat sebagai urusan estetika kini diakui sebagai fungsi bisnis yang strategis.

Penelitian McKinsey selama lima tahun terhadap ratusan perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan yang menempatkan desain sebagai inti operasional bisnis mereka tumbuh 32 persen lebih cepat dari rata-rata industri dan menghasilkan total pengembalian bagi pemegang saham 56 persen lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pergeseran ini dipertegas oleh transformasi yang dibawa AI generatif, yaitu ketika produksi aset visual kini bisa dipercepat secara signifikan oleh mesin, nilai seorang desainer semakin ditentukan oleh kemampuannya berpikir, memimpin proses kreatif, dan mengambil keputusan yang berdampak pada bisnis.

Industri kreatif Indonesia berada di tengah pertumbuhan yang nyata. Sektor ini mencatatkan pertumbuhan PDB 6,57 persen pada 2024, melampaui pertumbuhan PDB nasional, dengan nilai ekspor produk kreatif mencapai USD 26,68 miliar dalam sepuluh bulan pertama 2025. Pasar platform pengalaman digital diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 25,05 persen hingga 2032.

Di balik angka-angka ini, industri menghadapi tantangan yang semakin mendesak untuk mencari talenta desainer yang tidak hanya terampil menggunakan alat, tetapi mampu menerjemahkan riset pengguna menjadi solusi bisnis, berkolaborasi lintas disiplin dengan pengembang dan pemasar, serta memimpin keputusan kreatif dengan argumentasi yang kuat.

Memahami tingginya kebutuhan akan desainer bertalenta yang mampu masuk ke industri, School of Design BINUS University membangun kurikulumnya dari tantangan tersebut. Mahasiswa tidak hanya diajarkan teknik visual, tetapi juga dilatih berpikir seperti praktisi industri sejak semester awal.

Melalui pendekatan project-based learning, mereka mengerjakan brief nyata dari klien sesungguhnya, merancang sistem identitas visual, mengembangkan antarmuka pengguna yang diuji di lapangan, memproduksi animasi dan karya film, hingga berkolaborasi dalam proyek industri yang hasilnya masuk ke pasar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dean School of Design BINUS University, Danendro Adi, S.Sn., M.Arts, mengungkapkan bahwa kampusnya telah merancang kompleksitas yang dihadapi mahasiswa dalam kelas untuk mencerminkan kompleksitas yang akan mereka temui di dunia kerja.

“Kami mendidik desainer yang bisa menjelaskan mengapa sebuah keputusan kreatif akan memberikan solusi dari sebuah permasalahan, bukan hanya membuatnya terlihat bagus,” kata dia dalam keterangannya, Jumat 15 Mei 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |