Rusia Sebut Banyak Negara Berminat Gabung BRICS, Meski Ada Tekanan Barat

2 hours ago 2

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:20 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov mengatakan tidak sedikit negara yang masih berminat bergabung ke BRICS

Meskipun, kata dia, negara-negara tersebut menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya tidak melihat adanya penurunan minat terhadap BRICS menyusul tekanan dari negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, yang secara terbuka menyatakan BRICS hampir sebagai musuh utama kemajuan," kata Lavrov di India, dikutip dari ANTARA, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia pun mengungkapkan sejumlah negara lain telah menyatakan keinginan bergabung ke BRICS, meski tanpa menyebutkan nama negaranya.

"Saya tidak melihat adanya penurunan minat untuk bergabung ke dalam asosiasi kita, baik sebagai anggota ataupun sebagai negara mitra," ucap Menlu Rusia.

Negara-negara BRICS juga senantiasa berupaya mencegah politisasi agenda G20, kata dia, menambahkan.

Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow

Photo :

  • Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

Ucapan tersebut disampaikan karena Rusia telah membantu Indonesia untuk bergabung ke dalam blok ekonomi BRICS (Brazil, Rusia, India, China dan South Africa).

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat bertemu langsung dengan Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia pada Senin, 13 April 2026.

"Maksud dan tujuan saya hari ini datang intinya adalah untuk mengucapkan terima kasih kepada Presiden Putin dan Pemerintah Rusia atas dukungan Rusia kepada Indonesia," kata Prabowo.

"Pertama kami diterima begitu cepat di BRICS," sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Prabowo menyebut Rusia juga banyak membantu Indonesia dalam berbagai sektor. Meski begitu, dia tidak merinci lebih lanjut bantuan yang dimaksud.

"Selanjutnya dalam beberapa hal yang sangat penting bagi indonesia Presiden Putin mendukung dan memberi dukungan kepada keperluan keperluan indonesia," tutur dia.

Sapi dengan bobot 1,05 ton dari peternak Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih Presiden untuk hewan kurban

Penampakan Sapi Jumbo Prabowo dari Bantul, Berbobot 1,05 Ton untuk Kurban Idul Adha

Presiden RI Prabowo Subianto membeli seekor sapi dengan bobot 1,05 ton dari peternak di Salakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk kurban Idul Adha

img_title

VIVA.co.id

15 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |