Jumat, 15 Mei 2026 - 17:38 WIB
VIVA – Pemerintah Jepang meningkatkan kewaspadaan menyusul pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Kamis, 14 Mei 2026. Tokyo menilai hasil pembicaraan kedua pemimpin itu berpotensi berdampak langsung pada stabilitas kawasan, khususnya terkait isu Taiwan dan pasokan komoditas strategis.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bahkan disebut tengah mempertimbangkan untuk menghubungi Trump secara langsung di sela pertemuannya dengan Xi. Langkah itu dipertimbangkan setelah pernyataan Takaichi soal Taiwan pada November lalu sempat memperburuk hubungan Tokyo–Beijing.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut laporan Xinhua, dalam pertemuan tertutup, Xi memperingatkan bahwa hubungan kedua negara bisa mengarah pada bentrokan bahkan konflik terbuka bila Amerika Serikat tidak menangani isu Taiwan dengan "cara yang tepat".
Di parlemen Jepang, Takaichi menegaskan bahwa serangan terhadap Taiwan dapat memicu respons Pasukan Bela Diri Jepang untuk mendukung Amerika Serikat. Ia juga menyoroti kekhawatiran Tokyo atas tindakan Beijing yang dinilai semakin "sewenang-wenang" di kawasan.
Di sisi lain, pemerintah AS menyatakan tidak mendukung kemerdekaan Taiwan. Jepang pun menegaskan posisinya yang konsisten: menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta mendorong penyelesaian melalui dialog. Meski demikian, Tokyo tetap memelihara hubungan non-pemerintah dengan Taiwan.
"Perdana Menteri bisa berbicara dengan Trump melalui saluran telepon," ujar seorang pejabat senior Jepang.
Percakapan itu dinilai penting agar Jepang dapat memahami secara utuh dinamika yang terjadi dalam pertemuan Trump–Xi dan menyusun analisis strategis yang komprehensif. "Sulit menebak apa yang akan Trump katakan," kata seorang pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri Jepang.
Kunjungan Trump ke Tiongkok selama dua hari menjadi perhatian besar karena ia menjadi presiden AS pertama yang berkunjung ke negara itu dalam hampir satu dekade.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain isu Taiwan, Jepang juga mencermati dampak pembicaraan tersebut terhadap kebijakan pengendalian ekspor Tiongkok atas komoditas sipil yang dapat digunakan untuk kepentingan militer (dual-use), termasuk kemungkinan pembatasan tanah jarang yang sangat dibutuhkan industri teknologi Jepang.
Pertemuan kedua pemimpin dunia itu juga diperkirakan menyentuh isu-isu lain yang berdampak pada kepentingan Jepang, termasuk konflik AS–Israel dengan Iran serta kontrol ekspor strategis Tiongkok. "Kami harus benar-benar memperhatikan di bidang mana mereka mencapai kesepakatan dan di mana belum tercapai," ujar pejabat Jepang tersebut.
Trump Sebut Dirinya Mulai Kehilangan Kesabaran Hadapi Iran
Pasca pertemuan kenegaraan dengan Presiden China, Xi Jinping di Beijing, presiden AS, Donald Trump menyebut bahwa kesabarannya sudah menipis dalam menghadapi Iran
VIVA.co.id
15 Mei 2026

2 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)