Ketum PSSI: China Ikut Berebut Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

6 hours ago 1

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:03 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa Indonesia tidak menjadi satu-satunya negara yang mengincar status tuan rumah FIFA ASEAN Cup. Menurutnya, selain Hong Kong, China juga turut mengajukan diri untuk menjadi penyelenggara turnamen baru garapan FIFA tersebut.

Meski demikian, Erick belum bersedia membeberkan perkembangan proses penunjukan tuan rumah. Ia menjelaskan, saat ini masih berlangsung pembahasan mengenai host agreement antara pihak-pihak terkait sehingga belum ada keputusan resmi yang dapat diumumkan kepada publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya belum bisa berkomentar karena kami masih menyelesaikan negosiasi host agreement. Kalau sudah selesai dan disepakati, FIFA yang akan mengumumkan," kata Erick Thohir saat ditemui wartawan di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Saat ditanya apakah Indonesia ditunjuk langsung atau mengajukan diri sebagai tuan rumah, Erick menegaskan bahwa prosesnya berlangsung secara kompetitif. Sejumlah negara menunjukkan minat untuk menjadi penyelenggara, termasuk China.

"Banyak negara yang menginginkannya, termasuk Tiongkok. Indonesia juga mengajukan diri," ujarnya.

Erick menilai menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup memberikan keuntungan besar. Selain meningkatkan eksposur sepak bola nasional, penyelenggara juga tidak dibebani biaya operasional utama karena seluruh kebutuhan turnamen ditanggung FIFA.

Ia menjelaskan, FIFA akan menanggung hadiah juara senilai 1 juta dolar AS. Selain itu, badan sepak bola dunia tersebut juga membiayai match fee, akomodasi hotel, transportasi seluruh peserta, hingga berbagai kebutuhan operasional selama turnamen berlangsung.

"FIFA benar-benar berinvestasi dalam turnamen ini," ucap Erick.

Mengenai format penyelenggaraan, Erick memperkirakan FIFA ASEAN Cup akan digelar setiap empat tahun sekali. Namun, ia menyebut jadwal tersebut masih mengacu pada konsep awal dan dapat berubah sesuai keputusan FIFA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sepertinya empat tahun sekali. Acuannya Arab Cup, meski Arab Cup memiliki kalender yang lebih fleksibel," katanya.

Sebelumnya, wacana penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup mendapat perhatian karena turnamen tersebut diproyeksikan menjadi kompetisi resmi baru di kawasan Asia Tenggara di bawah naungan FIFA. Hingga kini, FIFA belum mengumumkan negara yang akan dipercaya menjadi tuan rumah edisi perdana.

Halaman Selanjutnya

Sekadar informasi, FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi turnamen baru yang digagas FIFA untuk kawasan Asia Tenggara. Berbeda dengan agenda FIFA Matchday yang biasanya hanya menghadirkan pertandingan persahabatan, kali ini negara-negara ASEAN akan bersaing dalam sebuah kompetisi resmi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |