Kim Jong Un Nyatakan Dukungan Mojtaba Khamenei Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Terbaru

2 days ago 2

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:00 WIB

Korea Utara, VIVA –Korea Utara menyatakan dukungannya atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Badan berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA) mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan bahwa Pyongyang menghormati pilihan Iran untuk menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi menggantikan Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan AS-Israel di awal perang pada 28 Februari.

“Mengenai pengumuman resmi baru-baru ini bahwa Majelis Ahli Iran telah memilih pemimpin baru Revolusi Islam, kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih Pemimpin Tertinggi mereka,” kata juru bicara kementerian, dikutip KCNA, Rabu 11 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu saja, pihaknya juga kembali mengecam serangan “ilegal” yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

“Kami menyatakan keprihatinan serius dan mengecam keras agresi Amerika Serikat dan Israel, yang dengan melancarkan serangan militer yang melanggar hukum terhadap Iran, merusak fondasi perdamaian dan keamanan regional serta meningkatkan ketidakstabilan di kancah internasional,” tambahnya.

Juru bicara tersebut juga mengecam serangan itu karena merusak sistem politik dan integritas wilayah sebuah negara, yang dianggap tidak dapat diterima dan harus dikecam serta ditolak seluruh dunia.

Setelah dimulainya perang AS-Israel terhadap Iran 12 hari lalu, Korea Utara mengecam tindakan yang disebutnya sebagai ’perilaku preman’ di Timur Tengah.

KCNA juga melaporkan pada Rabu bahwa pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memantau uji tembak rudal jelajah strategis dari kapal perusak terbaru dan terbesar negara itu, Choe Hyon.

Dalam acara itu, Kim menekankan tugas strategis penting yaitu mempertahankan dan memperluas kemampuan pencegah perang nuklir yang kuat dan dapat diandalkan, menurut KCNA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peluncuran rudal dari Choe Hyon ini merupakan uji tembak kedua dari kapal perusak yang diawasi langsung Kim, yang pekan lalu memuji negaranya melengkapi Angkatan Laut dengan senjata nuklir.

Selama puluhan tahun, AS memimpin upaya untuk membongkar program nuklir Korea Utara, namun memiliki pengaruh yang terbatas terhadap Pyongyang, yang menegaskan bahwa senjata tersebut dibutuhkan untuk mencegah ancaman invasi dari Korea Selatan dan sekutunya di Washington.

Halaman Selanjutnya

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Trump menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan pembicaraan tingkat tinggi dengan Korea Utara, sementara Kim baru-baru ini menyebut kedua negara bisa hidup berdampingan jika Washington menerima status negaranya sebagai kekuatan nuklir.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |