Kinerja Dunia Usaha Kuartal I-2026 Tetap Terjaga, BI Beberkan Indikatornya

3 hours ago 1

Jumat, 17 April 2026 - 17:26 WIB

Jakarta, VIVA Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal I-2026, diindikasikan tetap terjaga berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU).

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono menjelaskan, hal itu antara lain tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen, meskipun tercatat lebih rendah dari kuartal IV-2025 yang sebesar 10,61 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa k

Pedagang daging ayam di pasar tradisional.

Photo :

  • VIVA/Adi Suparman.

"Kinerja mayoritas lapangan usaha (LU) tercatat positif, bersumber dari LU jasa keuangan, LU pertanian, kehutanan, dan perikanan, LU industri pengolahan, LU perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan motor," kata Anton dalam keterangannya, Jumat, 17 April 2026.

Dia menambahkan, perkembangan itu sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di kuartal I-2026. Antara lain seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, serta dimulainya musim panen pada komoditas pertanian.

"Kapasitas produksi terpakai pada kuartal I-2026 tercatat sebesar 73,33 persen, meningkat dibandingkan dengan kuartal IV-2025 sebesar 73,15 persen," ujar Anton.

Kenaikan kapasitas produksi ditopang oleh LU pertanian, kehutanan, dan perikanan serta LU industri pengolahan. Sementara keuangan dunia usaha juga dilaporkan dalam kondisi baik, pada aspek likuiditas maupun rentabilitas dengan akses kredit yang lebih mudah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Responden memprakirakan kegiatan usaha pada kuartal II 2026-meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen, utamanya bersumber dari LU pertanian, kehutanan, dan perikanan. Anton menjelaskan, hal itu sejalan dengan berlanjutnya musim panen komoditas pangan.

"Kemudian, LU pertambangan dan penggalian yang didukung penurunan curah hujan sehingga mendorong aktivitas pertambangan, serta LU konstruksi seiring dengan dimulainya pengerjaan sejumlah proyek," ujarnya.

Ilustrasi industri manufaktur.

Orderan Naik, Manufaktur RI Tancap Gas di Awal 2026

PMI-BI triwulan I 2026 naik ke 52,06 persen, menandakan manufaktur RI masuk fase ekspansi didorong kenaikan produksi dan pesanan, meski tenaga kerja masih tertek

img_title

VIVA.co.id

17 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |