Kisah Legendaris: Adu Jotos Mengerikan Sesama Pebulutangkis Thailand di Final Kanada Open

11 hours ago 2

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:00 WIB

VIVA – Melalui Kisah Legendaris, VIVA Sport mengajak pembaca bernostalgia dengan berbagai cerita timeless dari dunia olahraga, mulai dari rivalitas panas, perjuangan atlet, hingga momen yang mengubah sejarah

Di bulutangkis, keributan antarpemain jarang terjadi seperti di sepakbola. Selain minim gesekan, bulutangkis juga mengedepankan teknik dan ketepatan pukulan. Kendati demikian, bukan berarti keributan tidak pernah terjadi di dunia tepok bulu ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu yang paling menggemparkan adalah ganda putra Thailand yang adu jotos dengan rekan senegaranya sendiri.  Insiden ini terjadi antara pebulutangkis Thailand yaitu Bodin Isara dan Maneepong Jongjit

Menariknya adalah, sebelum adu jotos yang sulit dilerai itu, Bodin Isara dan Maneepong Jongjit sempat berduet di sektor ganda putra. Mereka bahkan bersama-sama menembus peringkat 7 dunia. 

Keributan hingga adu jotos ini terjadi pada partai final Canada Open 2013 yang mempertemukan all Thailand final di Canada Open 2013.  Maneepong Jongjit/Nipitphon Puangpuapech vs Bodin Issara/Vilailak Pakkawat. 

Sejak awal pertandingan, kedua pebulutangkis tersebut sudah adu mulut,  hingga akhirnya ucapan Maneepong membuat Issara marah besar dan langsung menyerangnya. 

Terungkap, penyebab terjadinya adu jotos tersebut adalah perkatan dan tindakan provokasi yang saling terlontar diantara keduanya. Bodin Isara mengaku geram sampai kehabisan kesabaran dengan Maneepong Jongjit. 

"Telinga saya dipukul dengan raket sampai berdarah dan robek. Saya kehilangan kesabaran. Saya meminta maaf kepada seluruh penduduk Thailand karena sudah memunculkan citra buruk pada negara," ungkap Isara.  

Kekacauan membuat  babak final pun gagal diselenggarakan dan kedua pasang pebulutangkis asal Thailand tersebut didiskualifikasi dari turnamen.  Asosiasi Bulutangkis Thailand bergerak cepat dan memberikan sanksi kepada Bodin Issara dan Maneepong Jongjit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bodin Issara mendapat hukuman yang jauh lebih berat, dua tahun,  ketimbang Maneepong Jongjit yang "hanya" dijatuhi hukuman tiga bulan.  Issara dijatuhi hukuman lebih berat karena dianggap menyerang Jongjit yang bekas pasangan gandanya. Sementara Jongjit dihukum lebih ringan karena kesalahannya melakukan provokasi terhadap Issara sepanjang pertandingan.   

"Apa yang sudah dibangun selama 60 tahun hancur karena kelakukan satu orang. Selama enampuluh tahun saya berkecimpung di bulu tangkis, saya belum pernah melihat  kasus kekerasan seperti ini," kata Presiden BAT saat itu, Charoen Wattanasin. 

Halaman Selanjutnya

 "Saya diminta untuk lebih memerhatikan kepentingan pemain. Namun buat saya ini bukan soal perasaan, tetapi ini soal citra negara kita di bidang bulu tangkis," ucap wattanasin.  

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |