VIVA – Dalam sejarah NBA, ada banyak tembakan penentu kemenangan yang dikenang penggemar. Namun, hanya sedikit yang memiliki dampak sebesar "The Shot" milik Michael Jordan pada 1989.
Momen ikonik itu bukan hanya mengantar Chicago Bulls melangkah ke babak berikutnya, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya salah satu legenda terbesar dalam sejarah olahraga dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada Game 5 putaran pertama playoff NBA musim 1988/1989. Saat itu, Chicago Bulls menghadapi Cleveland Cavaliers dalam duel hidup-mati di Richfield Coliseum, Ohio. Kedua tim datang dengan kekuatan yang relatif seimbang dan seri berada dalam posisi 2-2.
Menariknya, Cavaliers sebenarnya lebih diunggulkan. Mereka menutup musim reguler dengan catatan 57 kemenangan dan hanya 25 kekalahan, salah satu rekor terbaik di Wilayah Timur. Sementara Bulls hanya membukukan rekor 47 kemenangan dan 35 kekalahan.
Laga penentuan berlangsung menegangkan hingga detik terakhir. Cleveland sempat unggul 100-99 setelah guard mereka, Craig Ehlo, mencetak layup dengan sisa waktu enam detik. Ribuan suporter tuan rumah mulai bersiap merayakan kemenangan yang sudah di depan mata.
Namun, mereka lupa bahwa di lapangan masih ada seorang Michael Jordan.
Bulls kemudian menjalankan permainan terakhir. Jordan menerima bola, bergerak ke sisi kanan lapangan, lalu melompat dari area tembakan jarak menengah. Di hadapannya, Craig Ehlo berusaha melakukan penjagaan ketat.
Saat waktu hampir habis, Jordan melepaskan tembakan yang sempurna. Bola meluncur mulus menembus ring tepat ketika buzzer berbunyi.
Skor berubah menjadi 101-100 untuk kemenangan Chicago Bulls.
Momen berikutnya menjadi salah satu gambar paling terkenal dalam sejarah NBA. Jordan melompat kegirangan sambil mengepalkan tangan, sementara Ehlo terlihat terdiam dan tertunduk setelah gagal menghentikan sang bintang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tembakan tersebut kemudian dikenal dengan nama "The Shot", sebuah istilah yang hingga kini masih melekat kuat dalam sejarah bola basket Amerika Serikat.
Kehebatan Jordan pada pertandingan itu memang luar biasa. Ia mencetak 44 poin, sembilan rebound, dan enam assist. Sepanjang seri melawan Cavaliers, Jordan menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan dengan rata-rata lebih dari 39 poin per pertandingan.
Halaman Selanjutnya
Banyak pengamat menilai "The Shot" menjadi awal transformasi Jordan dari pemain hebat menjadi ikon global. Setelah momen tersebut, kariernya terus melesat. Ia berhasil membawa Chicago Bulls meraih enam gelar juara NBA pada era 1990-an, tepatnya pada 1991, 1992, 1993, 1996, 1997, dan 1998.

18 hours ago
3















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)