Bandung, VIVA – Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tindakan tidak pantas yang melibatkan seorang guru besar di Fakultas Keperawatan berinisial IY.
Kasus ini mencuat ke publik setelah beredarnya tangkapan layar percakapan bernuansa tidak senonoh yang diduga dilakukan terhadap seorang mahasiswi program pertukaran pelajar asing, dan dengan cepat menjadi viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menanggapi situasi tersebut, pihak kampus melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Unpad bersama Fakultas Keperawatan menyatakan telah mengambil langkah awal dengan menjalin koordinasi bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unpad. Koordinasi ini juga melibatkan unsur dekanat fakultas terkait hingga pimpinan universitas.
"Kami telah mengetahui adanya laporan yang beredar di media sosial X (Twitter) terkait dugaan kekerasan seksual yang melibatkan (dosen berinisial) IY. Saat ini, BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad telah dan akan terus berkoordinasi dengan Satgas PPKS Unpad, Dekanat Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran, dan Rektorat Universitas Padjajaran," tulis pernyataan BEM Kema Unpad di Instagram, dikutip Kamis 16 April 2026.
Dalam pernyataan tersebut, pihak BEM juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan pelecehan seksual verbal yang dialami korban. Mereka menegaskan bahwa tindakan kekerasan seksual dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi, terlebih dalam lingkungan akademik yang seharusnya menjadi ruang aman bagi seluruh mahasiswa.
"Kami menegaskan bahwa tidak ada bentuk kekerasan seksual yang dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, dan tindakan tersebut tidak memiliki tempat dalam lingkungan kampus," ujarnya.
Lebih lanjut, organisasi mahasiswa itu menegaskan keberpihakannya kepada korban serta komitmen untuk mendukung seluruh proses perlindungan dan pemulihan yang diperlukan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad menyatakan keberpihakan pada korban, serta mendukung penuh seluruh upaya perlindungan, pendampingan, dan pemulihan korban," tegas BEM.
Pernyataan tersebut juga menekankan pentingnya penanganan serius terhadap segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan kampus. Perwakilan BEM menilai bahwa pembiaran terhadap kasus semacam ini hanya akan memperburuk situasi dan mengancam rasa aman mahasiswa.
Halaman Selanjutnya
"Kami menolak setiap bentuk pembiaran dan pelanggengan kekerasan seksual di lingkungan akademik. Tidak ada toleransi bagi institusi, organisasi, atau individu yang memilih diam, melindungi pelaku, atau menempatkan nama baik di atas keselamatan korban," jelas pernyataan itu.

2 weeks ago
6





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3064552/original/005518800_1583060624-zohre-nemati-6sNQftdA3Zs-unsplash.jpg)




