Jakarta, VIVA – Kondisi terbaru Ammar Zoni kembali menjadi sorotan publik setelah dirinya dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan untuk menjalani sisa masa hukumannya terkait kasus narkoba.
Kabar perpindahan tersebut memunculkan perhatian luas, terutama setelah keluarga mengungkap situasi yang disebut cukup berat dialami sang aktor selama berada di lapas dengan pengamanan ketat tersebut. Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Nusakambangan selama ini dikenal sebagai kompleks pemasyarakatan dengan sistem keamanan tinggi yang ditempati narapidana kategori risiko tinggi. Lingkungan dengan pengawasan yang ketat dan aturan yang lebih terbatas disebut membawa dampak besar, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental bagi para penghuni lapas.
Informasi mengenai kondisi Ammar diungkap oleh sang adik, Aditya Zoni. Menurut keterangannya, keluarga sempat dibuat cemas lantaran proses pemindahan Ammar berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti keberadaan Ammar Zoni selama proses perpindahan dari Lapas Cipinang menuju Nusakambangan. Komunikasi yang terputus sementara waktu juga menambah kekhawatiran keluarga terhadap kondisi sang aktor.
Setelah akhirnya berhasil terhubung kembali, Ammar Zoni disebut langsung menyampaikan pengalaman yang ia rasakan selama berada di tempat tersebut.
"Dia cerita semuanya tentang bagaimana di sana gitu kan, dia tidurnya nggak nyaman kakinya ditekuk, dia dibilang 'bisa lumpuh gue lama-lama di sini'," kata Aditya Zoni, saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.
Keluhan itu menggambarkan kondisi fisik yang menurut Ammar Zoni cukup mengganggu kenyamanannya. Bukan hanya persoalan tempat beristirahat, keterbatasan ruang gerak juga disebut menjadi tantangan yang harus dihadapi selama berada di sana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tak berhenti sampai di situ, tekanan psikologis disebut ikut dirasakan oleh Ammar Zoni . Menurut Aditya, aturan di lapas tersebut juga membuat aktivitas para penghuni menjadi sangat terbatas. Kesempatan untuk berada di luar ruangan bahkan tidak bisa dilakukan setiap hari.
"Keluar untuk matahari aja cuma dua kali satu minggu. Jadi itu ya dia sangat-sangat tersiksa di situ, dia merasa trauma lah untuk ke situ," tutur Aditya.
Halaman Selanjutnya
Keterbatasan aktivitas serta proses adaptasi terhadap lingkungan baru yang jauh lebih ketat disebut berdampak pada kondisi mental Ammar Zoni. Rasa cemas, ketakutan, hingga tekanan emosional dinilai menjadi bagian dari situasi yang kini sedang dihadapinya.

4 weeks ago
9















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)