VIVA – Kebakaran terjadi di kawasan pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu 16 September 2026 siang. Peristiwa tersebut melanda sebuah gudang ekspedisi yang berada di kawasan Pergudangan Dadap, tepatnya di Jalan Perancis FM 7.
Lokasi kebakaran berada di luar perimeter utara dan dikenal sebagai salah satu kawasan pergudangan yang memiliki akses strategis karena berada tidak jauh dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sejumlah fasilitas pergudangan memang berada di sepanjang kawasan Jalan Raya Perancis, Kosambi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan informasi awal, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Hingga sekitar pukul 15.00 WIB, petugas masih melakukan penanganan terhadap kobaran api. Penyebab kebakaran maupun besaran kerugian yang ditimbulkan belum diketahui secara pasti.
Kondisi tersebut membuat situasi di sekitar kawasan pergudangan menjadi perhatian, terlebih lokasi kejadian berada di area yang berdekatan dengan akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Selain kobaran api, aktivitas di sekitar kawasan Kosambi Permai juga sempat terdampak gangguan listrik. Sekitar pukul 14.00 WIB, aliran listrik di kawasan pergudangan tersebut dilaporkan mengalami pemadaman untuk beberapa saat.
Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 15.00 WIB, listrik kembali menyala dan aktivitas di sekitar kawasan mulai mendapatkan kembali pasokan listrik.
"Sudah nyala kembali, alhamdulillah," ujar Rizky, di Kosambi, Tangerang, kepada VIVA, Rabu 16 September 2026.
Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa gangguan listrik yang terjadi di sekitar lokasi kebakaran telah kembali normal pada sore hari. Meski demikian, kondisi tersebut merupakan bagian dari situasi di sekitar lokasi dan belum dapat dipastikan berkaitan langsung dengan penyebab kebakaran.
20 Gudang Terdampak Akibat Kebakaran
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyebut sedikitnya 20 gudang terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari puluhan bangunan yang terdampak, sejumlah gudang diketahui tidak sedang digunakan. Sementara itu, beberapa bangunan lainnya masih dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan berbagai jenis barang, salah satunya kasur berbahan busa.
"Yang sudah terbakar itu sebanyak 20 unit gudang, tinggal saat ini teman-teman di lapangan sedang membasahi gudang-gudang yang belum terbakar, supaya perambatannya enggak sampai ke gudang berikutnya," ujar Achmad.
Halaman Selanjutnya
Hingga kini, petugas masih berjibaku menangani kobaran api dengan melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Pemadaman juga difokuskan pada bangunan yang berada di sekitar area terdampak guna mencegah api kembali muncul sekaligus menghambat kemungkinan kebakaran meluas ke gudang lainnya.

3 days ago
4




















