VIVA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terus mendorong penguatan ekosistem olahraga nasional agar pengembangan prestasi tidak hanya bertumpu pada kemampuan atlet di arena pertandingan.
Gagasan tersebut dibawa KONI Pusat dalam kunjungan ke Universitas Pendidikan Mataram (UNDIKMA), Jumat, 11 September 2026. Sejumlah isu olahraga dibahas dalam agenda tersebut, mulai dari pengembangan sport tourism hingga pemanfaatan Sports Intelligence sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas olahraga Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Wakil Ketua Umum VI KONI Pusat, Dr. Drs. Josef Adrianus Nae Soi, Ph.D., menjadi salah satu pembicara dalam kuliah umum yang digelar di UNDIKMA. Ia mengangkat tema “Urgensi Perlindungan Kedaulatan Negara menurut Hukum Internasional: Suatu Harapan dan Perjuangan”.
Dalam pemaparannya, Josef melihat olahraga memiliki posisi strategis dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, prestasi olahraga tidak hanya memberikan kebanggaan melalui raihan medali, tetapi juga membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
“Satu-satunya di dunia ini yang menjadi pahlawan nyata adalah olahraga. Ketika atlet berhasil menjadi juara, mereka tidak hanya meraih medali, tetapi juga mengangkat harkat dan martabat bangsa di mata internasional,” pungkas Josef.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional dari berbagai aspek, mulai ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan hingga keamanan.
“Ketahanan kita harus diperkuat melalui aspek Ipoleksosbudhankam (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan). Kita sangat bersyukur memiliki ideologi Pancasila yang luar biasa,” tegasnya.
Bagi KONI Pusat, penguatan olahraga juga tidak terlepas dari pembangunan ekosistem yang melibatkan berbagai sektor. Salah satunya adalah sport tourism yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan di daerah dengan potensi olahraga dan pariwisata seperti Nusa Tenggara Barat (NTB).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketua Yayasan UNDIKMA, H. Lalu Rusmiady, dalam kesempatan tersebut turut menyoroti potensi NTB untuk mengembangkan pariwisata berbasis olahraga. Ia berharap pengelolaannya dilakukan secara profesional agar mampu memberikan dampak yang lebih luas.
UNDIKMA sendiri memiliki keterkaitan erat dengan pembinaan atlet di NTB. Rusmiady menyebut sekitar 60 persen atlet PON asal NTB merupakan mahasiswa aktif UNDIKMA yang berhasil melewati seleksi tingkat provinsi.
Halaman Selanjutnya
Selain sport tourism, KONI Pusat juga memperkenalkan pendekatan Sports Intelligence dalam pengembangan olahraga nasional.

3 days ago
2




















