Korban Bongkar Ritual Menyimpang Kiai Ashari, Minta Santriwati Telan Sperma agar Diakui Nabi

5 days ago 8

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:34 WIB

Pati, VIVA – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama pengurus pondok pesantren Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, terus memunculkan fakta-fakta baru yang mengejutkan. Salah satu korban berinisial Tari (bukan nama sebenarnya) akhirnya memberanikan diri menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya saat masih berada di lingkungan pesantren tersebut.

Dalam kesaksiannya, Tari mengungkap dugaan modus yang digunakan tersangka Kiai Ashari untuk mendekati korban. Menurut pengakuannya, Ashari awalnya mengajak dirinya melakukan ziarah sebelum kemudian memberikan dalih pengobatan spiritual. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"(Kata Ashari) 'kamu banyak iri, penyakit dalam lah, banyak iri dan dengki. Kamu itu banyak penyakitnya. Obatnya harus gini (tidur bareng)'," kata Tari di kanal YouTube Denny Sumargo, dikutip Sabtu 9 Mei 2026. 

Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari

Photo :

  • YouTube Denny Sumargo

Tari mengaku ajakan tersebut tidak hanya terjadi satu kali. Ia menyebut tersangka beberapa kali berusaha meminta dirinya tidur bersama dengan alasan serupa. Namun, korban mengatakan dirinya berkali-kali menolak karena merasa ada yang tidak wajar.

"Sering diajak, sering juga aku nolak. Kok gini terus? Mental saya kena lho pak," ucapnya.

Kesaksian korban semakin mengundang perhatian setelah Tari mengungkap adanya tindakan seksual lain yang diduga dilakukan oleh tersangka. Ia mengaku pernah diminta melakukan tindakan tidak senonoh dengan alasan tertentu yang dibungkus narasi agama dan kedekatan spiritual.

"Kiai sampai nyuruh ngemut peli (alat kelamin), biar jadi darah daging di tubuh saya," imbuh Tari.

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengatakan kliennya bukan satu-satunya korban dalam kasus tersebut. Menurutnya, tersangka diduga menggunakan pendekatan serupa kepada sejumlah santriwati lain dengan memanfaatkan pengaruh dan statusnya sebagai tokoh agama.

"Si A ini keinginannya itu memasukkan alat kelamin di mulut dan menelan sperma, agar diakui nabi, umat, dan guru thoriqohnya," kata pengacara Tari, Ali Yusron.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangannya, Tari juga memperkirakan jumlah korban bisa mencapai puluhan orang. Meski demikian, ia menyebut tidak semua korban mengalami hubungan badan secara penuh.

"Kurang lebih segitu (50) tapi nggak sampai hubungan suami," katanya.

Halaman Selanjutnya

Kasus ini kini tengah ditangani aparat kepolisian. Tersangka disebut sudah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |