Kreativitas Digital Jadi Mesin Baru Pemberdayaan UMKM dan Masyarakat

2 hours ago 2

loading...

#Serunya17an Karya Positif untuk Indonesia: Cara Kreator Muda Manfaatkan TikTok untuk Menggerakkan Perubahan Nyata di Jakarta, Selasa (18/8). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Kreativitas generasi muda melalui platform digital semakin berkembang menjadi aktivitas yang memberikan dampak nyata, mulai dari pelestarian lingkungan dan budaya hingga pembukaan peluang ekonomi bagi masyarakat. Kiprah tiga kreator TikTok, Jerhemy Owen, Elsa Novia, dan Hendri Alejandro, menunjukkan konten digital dapat berkembang menjadi gerakan sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Perjalanan Jerhemy Owen (@jerhemynemoo) menjadi salah satu contoh bagaimana konten digital dapat diarahkan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Sejak berkarya di TikTok pada 2020, kreator dengan lebih dari 5 juta pengikut tersebut mengembangkan gerakan Wenanam yang mengajak masyarakat berpartisipasi dalam aksi penghijauan melalui cara sederhana, termasuk membagikan konten.

Baca Juga: Tak Pernah Kepikiran Jadi Food Vlogger, Koko Gembul Sukses Berkat Video Reviewnya di TikTok

Gerakan itu pada 2025 berhasil mengumpulkan lebih dari 10.000 bibit pohon yang ditanam di Kampung Cibulao, kawasan hulu Sungai Ciliwung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bersama Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, dan WWF Indonesia. Memasuki 2026, kampanye #PohonUntukAceh telah mengumpulkan 250.000 bibit hingga Juli yang mulai ditanam di kawasan Hutan Lindung Tenggulun, Aceh Tamiang, untuk membantu pemulihan kawasan terdampak bencana sekaligus menjaga habitat satwa liar.

Sementara, Elsa Novia (@elsa.novias) memanfaatkan TikTok untuk memperkenalkan sejarah dan budaya komunitas Tionghoa-Indonesia kepada generasi muda. Berawal dari konten tentang tradisi keluarga pada 2022, Elsa kemudian mengembangkan konten berbasis riset mengenai Peranakan Tionghoa dan Cina Benteng yang membawanya membangun Benteng Walking Tour di Kota Lama Tangerang dan kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat.

Tur yang dikembangkan bersama ayahnya tersebut telah diikuti ribuan peserta selama sekitar tiga tahun dan turut membuka ruang bagi destinasi budaya, kuliner, serta UMKM lokal untuk memperoleh eksposur lebih luas. Dengan lebih dari 154 ribu pengikut dan 8,6 juta likes di TikTok, Elsa menjadikan konten digital sebagai pintu masuk untuk membawa sejarah dan budaya ke pengalaman langsung di masyarakat.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |