Kualitas Unit hingga Nilai Ekonomis Jadi Faktor Kepercayaan Konsumen di Pasar Mobil Bekas

19 hours ago 1

Sabtu, 19 September 2026 - 15:50 WIB

Jakarta, VIVA Mobil bekas kini semakin dipandang bukan sekadar pilihan kedua, ketika konsumen kurang mampu membeli kendaraan baru. Di tengah kondisi ekonomi dimana masyarakat harus lebih cermat mengelola pengeluaran serta semakin ketatnya persaingan industri otomotif, kualitas unit, nilai ekonomis, dan kepercayaan kepada penjual menjadi pertimbangan penting sebelum konsumen memutuskan membeli kendaraan.

Fenomena tersebut turut terlihat dari munculnya konsumen yang tidak hanya melakukan pembelian satu kali, tetapi kembali membeli kendaraan di tempat yang sama. Bagi pelaku bisnis mobil bekas, pola repeat buyer menjadi salah satu indikator bahwa hubungan dengan konsumen tidak berhenti pada saat kendaraan diserahterimakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu menjadi salah satu latar belakang Garasi 91 menggelar “Ngopi Asik Bareng Garasi 91”, yang mempertemukan sejumlah konsumen yang telah membeli kendaraan lebih dari satu kali. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda temu pelanggan, tetapi untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen dan menempatkan Garasi 91 sebagai partner otomotif bagi keluarga.

Pemilik Garasi 91 sekaligus pengamat dan penggiat otomotif, Ferdi Kusuma Putra mengatakan, kepercayaan merupakan modal penting dalam bisnis kendaraan bekas.

Menurutnya, konsumen yang kembali membeli menunjukkan bahwa pengalaman pada transaksi sebelumnya menjadi pertimbangan ketika mereka membutuhkan kendaraan berikutnya.

“Di bisnis mobil bekas, tantangan terbesar sebenarnya adalah mendapatkan kepercayaan konsumen. Ketika seorang pelanggan kembali membeli untuk kedua, ketiga, bahkan beberapa kali, bagi kami itu bukan sekadar transaksi, tetapi tanda bahwa mereka percaya terhadap kualitas unit dan cara kami melayani,” kata Ferdi dalam keterangannya, Sabtu, 19 September 2026.

Garasi 91 sendiri telah menjalankan bisnis jual beli kendaraan sejak 2014, ketika toko pertamanya dibuka di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Saat ini, Garasi 91 telah memiliki tiga toko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah tantangan industri otomotif, termasuk kondisi ekonomi yang membuat konsumen semakin selektif dan persaingan dengan merek-merek kendaraan baru, Garasi 91 memilih memperkuat posisi melalui kualitas kendaraan dan rasa aman dalam bertransaksi.

“Sekarang konsumen punya semakin banyak pilihan. Karena itu kami tidak ingin hanya bersaing soal harga. Kami ingin konsumen merasa bahwa ketika membeli di Garasi 91, mereka mendapatkan kendaraan yang sesuai dan proses transaksi yang memberikan rasa percaya,” ujar Ferdi.

Halaman Selanjutnya

Salah satu pelanggan Garasi 91, Retno Ayu, menjadi contoh konsumen yang kembali memilih tempat yang sama. Sejak 2017, Retno tercatat telah membeli kendaraan di Garasi 91 sebanyak 6 kali. Pengalaman tersebut membuat hubungan antara konsumen dan showroom tidak lagi sebatas transaksi jual beli kendaraan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |