Jakarta, VIVA – PT Bank Seabank Indonesia membukukan laba bersih setelah pajak Rp375,6 miliar, dibanding laba bersih periode yang sama tahun lalu Rp96,7 miliar atau tumbuh sebesar 288%. Lonjakan profitabilitas ini didorong oleh peningkatan efisiensi operasional dan optimalisasi aset yang bekerja secara maksimal.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menyatakan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata ketangguhan model bisnis bank digital untuk menjawab kebutuhan finansial masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Angka pertumbuhan ini adalah cerminan dari solusi nyata yang kami tawarkan. SeaBank telah menjadi rekan yang membantu masyarakat bertransaksi dengan lebih mudah dan cepat. Kami akan terus menjaga momentum ini dengan menghadirkan teknologi layanan keuangan, demi menciptakan akses yang lebih luas bagi setiap lapisan masyarakat,” ujar Sasmaya dikutip dari keterangannya, Senin 25 Mei 2026.
Efektivitas bisnis SeaBank tercermin dari tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA) yang tumbuh signifikan ke level 4,01%. Angka ini menunjukkan bahwa bank semakin efisien dalam mengelola risiko, dan mendiversifikasi sumber pendapatan seiring meningkatnya integrasi produk digital dalam aktivitas harian nasabah.
Hingga Maret 2026, total aset SeaBank mencapai Rp49,7 triliun dibanding kuartal I-2025 Rp37,4 triliun atau tumbuh sebesar 33% year on year. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi penyaluran kredit yang berkualitas serta penempatan likuiditas yang prudent pada instrumen yang aman.
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), SeaBank mengalami pertumbuhan 44,58% (yoy), menjadi Rp39,1 triliun hingga Maret 2026, dibandingkan kuartal I-2025 Rp27 triliun. Pencapaian ini ditopang oleh porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang mendominasi sebesar 69,10% dari total DPK. Tingginya porsi dana murah ini membuktikan kepercayaan nasabah menjadikan SeaBank sebagai pusat transaksi utama.
Sementara itu, SeaBank mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 40,83% (yoy) menjadi Rp34,80 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp24,71 triliun. Penyaluran kredit SeaBank fokus pada segmen retail individual melalui produk direct lending dan kerja sama strategis dengan perusahaan pembiayaan (multifinance) dan mitra lending partner. Selain itu, SeaBank tetap konsisten menerapkan manajemen risiko dengan rasio Non-Performing Loan Gross (NPL Gross) yang terkendali di angka 1,56%.
Halaman Selanjutnya
Untuk mendukung rencana pertumbuhan jangka panjang, SeaBank memastikan kecukupan permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 21,88% di akhir kuartal I-2026.

5 hours ago
2
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)