VIVA – Cuka dikenal sebagai salah satu bahan rumah tangga yang sering digunakan untuk membersihkan berbagai permukaan. Harganya terjangkau dan mudah ditemukan, sehingga tidak sedikit orang menggunakannya sebagai alternatif cairan pembersih. Namun, kebiasaan tersebut tidak selalu aman ketika diterapkan pada perangkat elektronik, khususnya layar.
Dikutip VIVA dari SlashGear Rabu, 16 September 2026, mengingatkan bahwa penggunaan cuka untuk membersihkan layar elektronik dapat menimbulkan masalah karena sifat asam yang dimilikinya. Dampaknya bisa berkaitan dengan lapisan pelindung layar hingga respons pada perangkat dengan layar sentuh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Cuka Bisa Memengaruhi Lapisan Pelindung Layar
Layar smartphone, tablet, laptop, monitor, dan perangkat elektronik lainnya tidak hanya terdiri dari panel yang menampilkan gambar. Permukaannya dapat memiliki lapisan tambahan untuk mengurangi pantulan cahaya, menghambat minyak, atau membuat layar lebih nyaman digunakan.
Menurut SlashGear, sifat asam pada cuka berpotensi mengganggu lapisan tersebut. Penggunaan yang tidak tepat bahkan dapat memengaruhi lapisan antiglare dan membuat permukaan layar kehilangan sebagian fungsi perlindungannya. Pada perangkat dengan layar sentuh, paparan cuka juga disebut berpotensi membuat respons sentuhan bermasalah.
Karena itu, membersihkan layar dengan cuka bukan sekadar persoalan apakah noda bisa hilang atau tidak. Bahan yang terlihat sederhana tersebut justru dapat memberikan dampak terhadap bagian permukaan perangkat yang tidak terlihat secara langsung.
Produsen Tidak Memiliki Aturan yang Sama
Menariknya, tidak semua produsen memberikan larangan yang identik terhadap cuka. SlashGear mencatat bahwa Acer dan Samsung pada kondisi tertentu pernah memberikan panduan penggunaan campuran air suling dan cuka untuk noda yang sulit dihilangkan. Samsung, misalnya, mencantumkan campuran 50 persen air suling dan 50 persen cuka putih sebagai salah satu opsi untuk noda tertentu pada monitor.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, terdapat catatan penting. Samsung tetap meminta pengguna untuk menggunakan kain mikrofiber, tidak menyemprotkan cairan langsung ke layar, serta memeras kain agar tidak terlalu basah. Untuk pembersihan rutin, Samsung justru merekomendasikan kain mikrofiber dan air suling atau air biasa yang tidak mengandung banyak mineral.
Artinya, panduan produsen perangkat yang digunakan tetap menjadi acuan utama. Cara membersihkan satu jenis monitor belum tentu cocok diterapkan pada layar smartphone atau laptop dari merek berbeda.
Halaman Selanjutnya
Apple Justru Tidak Menyarankan Pembersih Rumah Tangga

3 days ago
3




















