VIVA – Dunia game pembangunan kembali mendapat perhatian setelah Lego mengambil langkah yang selama ini terasa sangat dekat dengan identitas Minecraft. Keduanya sama-sama dikenal sebagai permainan berbasis balok dan kreativitas, tetapi kini pendekatan keduanya mulai terlihat berbeda.
Lego menghadirkan pengalaman pembangunan kota melalui Lego Skylines, sementara Minecraft tetap mempertahankan formula sandbox yang memberikan kebebasan kepada pemain untuk membangun hampir apa saja di dunia terbuka. Perbedaan tersebut membuka persaingan menarik: apakah pemain lebih membutuhkan game yang secara khusus mengatur pembangunan kota atau sandbox yang memberikan kebebasan tanpa batas?
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
LEGO Membawa Balok ke Level Kota
Lego Skylines menawarkan konsep yang cukup mudah dipahami. Pemain membangun dan mengembangkan sebuah kota dengan tampilan khas balok Lego.
Pendekatan ini berbeda dari game Lego yang sekadar menggunakan karakter dan dunia berbentuk balok. Kali ini, pembangunan kota menjadi bagian utama pengalaman bermain.
Pemain dapat melihat wilayah dari sudut pandang yang lebih luas dan memikirkan bagaimana sebuah kota berkembang. Konsep tersebut membuat LEGO memasuki wilayah yang selama ini sebenarnya sangat dekat dengan Minecraft, yakni memberikan pemain kesempatan untuk menciptakan dunia mereka sendiri.
Perbedaannya, LEGO Skylines lebih diarahkan sebagai pengalaman city builder, sedangkan Minecraft sejak awal merupakan game sandbox yang menggabungkan eksplorasi, crafting, survival, dan pembangunan.
Minecraft Sudah Lebih Dulu Memberikan Kebebasan
Minecraft sebenarnya memiliki fondasi yang sangat kuat untuk game pembangunan.
Pemain sudah terbiasa membuat rumah, jalan, jembatan, kastel, pertanian hingga kota dengan berbagai ukuran. Sistem blok Minecraft juga memungkinkan setiap bangunan dibuat secara manual dengan tingkat kebebasan yang sangat tinggi.
Selain itu, dunia Minecraft memiliki desa, penduduk, berbagai biome dan struktur yang dapat menjadi dasar untuk membangun permukiman lebih besar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, Minecraft tidak secara khusus meminta pemain menjadi pengelola kota. Tidak ada fokus utama pada pengaturan tata kota seperti pembagian wilayah, perkembangan populasi, atau pengelolaan sebuah metropolitan.
Di sinilah LEGO Skylines memiliki pendekatan berbeda. Game tersebut dapat mengambil aktivitas yang sudah familier bagi pemain LEGO dan mengarahkannya menjadi pengalaman pembangunan kota yang lebih terstruktur.
Halaman Selanjutnya
Persaingannya Bukan Sekadar Soal Balok

16 hours ago
4





















