LPEI Gelontorkan Rp13,7 Triliun untuk Dorong Ekspor RI, Jawa Timur Serap 25 Persen

2 hours ago 1

Jumat, 17 April 2026 - 22:15 WIB

 Gresik, VIVA – Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, terus mendorong pertumbuhan ekspor nasional melalui Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Trade Finance. Dari total dana yang dialokasikan pemerintah mencapai Rp13,7 triliun sampai akhir 2025, Jawa Timur menyerap hingga 25 persen. 

Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI, Sulaeman menyampaikan, program relaksasi ini merupakan mandat khusus pemerintah untuk memperkuat daya saing ekspor nasional di berbagai sektor strategis. Debitur berhak mendapat pendanaan dengan limit pembiayaan Rp3,35 triliun dan sejauh ini realisasi penyaluran mencapai Rp7,68 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami laporkan sekarang ini ada 61 pengusaha di Jawa Timur yang memanfaatkan PKE. Seperempat dari PKE itu disalurkan di Jawa Timur dengan nilainya yang disalurkan selama ini sudah mencapai sekitar 9 triliun karena berputar tadi, ditarik, terus diselesaikan dilunasi," jelas Sulaeman saat sesi Media Briefing di pabrik PT Mega Global Food Industri (Kokola Grup) di Gresik pada Jumat, 17 April 2026.

Ia merinci, sektor makanan olahan menjadi kontributor terbesar dalam PKE Trade Finance dengan porsi 39 persen atau sebanyak 31 debitur. Secara keseluruhan, program ini telah berkontribusi menciptakan devisa lebih dari Rp 37,06 triliun selama tahun 2025. 

Tidak hanya pembiayaan, LPEI juga memperluas dukungan melalui skema penjaminan dan asuransi guna memberikan perlindungan bagi pelaku usaha ekspor. skema ini mencakup penjaminan proyek seperti bank garansi hingga asuransi kredit perdagangan (trade credit insurance) untuk mengantisipasi risiko gagal bayar dalam transaksi ekspor.

“Selain pembiayaan, ada juga penjaminan dan asuransi yang bisa dimanfaatkan melalui program PKE ini. Jadi harapannya kita betul-betul end to end,” imbuh Sulaeman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program PKE sendiri saat ini mencakup 18 sektor industri, mulai dari produk karet, kopi, furnitur, alas kaki, makanan olahan, tekstil, hingga produk elektronik dan komponen otomotif. Pelaksanaan fasilitas pembiayaan ini berdasarkan keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 50 Tahun 2025 dalam rangka mendukung ekspor produk maupun komoditas unggulan Indonesia.

Merespon hal ini, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistiantio Dardak, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui LPEI dalam mendorong ekspor daerah. Alhasil, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tumbuh sekitar 5,33 persen pada tahun 2025 atau di atas rata-rata nasional. 

Halaman Selanjutnya

Ia memaparkan bahwa sektor manufaktur khususnya ekspor makanan dan minuman (mamin) menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dengan kontribusi sebesar US$2,64 miliar atau sekitar 8,7 persen dari total ekspor. Sepajang tahun 2025, ekspor makanan olahan di wilayah ini tumbuh 13,85 persen mencapai US$2,64 miliar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |