Manfaat WFH Setiap Jumat dari Sisi Kesehatan Lingkungan, Pakar: Kurangi Polusi Udara

21 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Kebijakan Work From Home (WFH) yang diberlakukan setiap Jumat bagi sebagian aparatur sipil negara (ASN) dinilai memiliki manfaat bagi kesehatan lingkungan.

“Ada temuan yang menunjukkan manfaat kesehatan fisik dan lingkungan karena adanya WFH ini menurunkan paparan polusi udara PM2.5 dan NO2. Umumnya, paparan polusi udara ini akibat mobilisasi, naik motor, kemacetan, dan sebagainya,” kata dokter ahli kesehatan lingkungan Dicky Budiman kepada Health Liputan6.com saat dihubungi pada Sabtu (11/4/2026).

Dengan menurunnya paparan polusi udara, maka akan turun pula risiko penyakit kardiovaskular dan masalah pernapasan seperti asma.

“Di sisi lain juga berkontribusi terhadap planetary health (kesehatan planet) karena emisi karbon transportasi yang menurun signifikan di kota besar. Ini terlihat juga waktu pandemi di New Delhi, India kan polusinya tinggi, akhirnya jadi lebih jernih langitnya (setelah WFH),” kata Dicky.

Tak henti di situ, WFH juga berkaitan dengan peningkatan produktivitas berbasis kesehatan. Dengan waktu yang lebih fleksibel, individu dengan kondisi kronis seperti diabetes dan hipertensi cenderung lebih mampu mengelola terapi dan pola hidup sehat.

Turunkan Risiko Penularan Penyakit

Ahli kesehatan masyarakat itu menambahkan, WFH juga bisa menurunkan risiko penularan penyakit.

“Bicara WFH kalau manfaat dari sisi kesehatan, ada, tentu ini didukung oleh literatur. Namun, bersifat kontekstual. Artinya, bergantung pada desain kebijakan dan kondisi dari sisi individu,” kata Dicky.

“Kalau bicara manfaat, ada pengurangan potensi penularan penyakit menular. Seperti di masa pandemic, WFH efektif menurunkan transmisi atau penularan penyakit saluran pernapasan seperti COVID-19 dan influenza,” jelasnya.

Selain menurunkan risiko penularan penyakit, WFH juga memiliki manfaat dari sisi kesehatan mental. Dengan adanya fleksibilitas waktu, maka akan menurunkan stres pada individu.

“Karena dia jadi tidak harus buru-buru, pagi-pagi desak-desakan dan sebagainya. Jadi, menurunkan stress terkait perjalanan dan tekanan kerja,” kata Dicky.

Studi meta analisis di 2023 dan 2024 juga menunjukkan bahwa WFH bisa menurunkan burnout ringan hingga sedang karena dapat meningkatkan keseimbangan dunia kerja dan kehidupan pribadi (work life balance).

WFH Menurut Wamenkes Dante

Dalam kesempatan lain, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono turut memberi tanggapan soal WFH di hari Jumat. Menurutnya, tidak semua sektor pekerjaan dapat merasakan WFH, contohnya layanan masyarakat seperti rumah sakit.

“Ya sebenarnya kalau untuk rumah sakit yang melayani masyarakat enggak boleh libur tetap buka hari Jumat. Rumah sakit, puskesmas, klinik, itu enggak boleh tutup tuh, sangat diperlukan untuk pelayanan publik, tapi kegiatan administrasi perkantoran kita lakukan,” kata Dante saat kunjungan di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

“Hari ini jadwal saya juga walau WFH saya datang ke rumah sakit. Setelah ini, jadwalnya lengkap, ada laporan soal HIV, nanti ada tentang evaluasi kurikulum pendidikan dokter, terus bekerja. Jadi work from home itu bukan berarti libur tapi tetap kerja hanya dari rumah, rapat-rapat tetap jalan tapi di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |