Ngeri! Obesitas Sejak Usia 20-an Tingkatkan Risiko Kematian Dini hingga 70 Persen

20 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Obesitas di usia muda sering kali dianggap sepele dan hanya dikaitkan dengan penampilan. Padahal, di balik itu, tersimpan risiko kesehatan serius yang bisa berdampak jangka panjang, bahkan meningkatkan kemungkinan kematian dini.

Ketua Health Collaborative Center (HCC) Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi mengungkapkan bahwa obesitas pada usia 20-an bukan hanya masalah berat badan, tapi berkaitan erat dengan gangguan metabolik yang berlangsung lama.

"Banyak orang berpikir obesitas hanya soal penampilan. Padahal, dampaknya jauh lebih serius karena bisa meningkatkan risiko kematian dini secara signifikan," ujar Ray dikutip dari unggahan di akun Instagram @hcc.indonesia pada Senin, 13 April 2026.

Risiko Kematian Dini Naik hingga 70 Persen

Berdasarkan penelitian dari Universitas Lund, Swedia, individu yang mengalami obesitas pada usia 17 hingga 29 tahun memiliki risiko kematian dini hingga 70 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal.

Temuan ini menjadi peringatan penting, terutama bagi generasi muda yang cenderung mengabaikan kenaikan berat badan secara perlahan.

Menurut Ray, risiko ini meningkat karena tubuh terpapar kondisi metabolik yang buruk dalam waktu lebih lama. "Semakin dini seseorang mengalami obesitas, semakin panjang tubuh menghadapi peradangan kronis dan beban kerja organ yang berlebihan," tambahnya.

Dampak Obesitas Tidak Hanya Soal Berat Badan

Obesitas bukan sekadar angka di timbangan. Kondisi ini dapat memicu berbagai penyakit kronis yang berbahaya, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hingga tekanan darah tinggi.

Selain itu, obesitas juga berkaitan dengan perlemakan hati (fatty liver), gangguan hormon, hingga masalah kesehatan mental seperti stres dan rendahnya kepercayaan diri.

"Obesitas adalah pintu masuk berbagai penyakit kronis. Ini yang sering tidak disadari banyak orang," katanya.

Salah satu hal yang sering luput dari perhatian adalah kenaikan berat badan yang terjadi secara perlahan. Rata-rata, seseorang bisa mengalami kenaikan sekitar 0,4 kilogram per tahun tanpa disadari.

Meski terlihat kecil, jika dibiarkan terus menerus, akumulasi ini bisa berujung pada obesitas dalam jangka panjang.

Cara Mencegah Obesitas Sejak Dini

Ray menekankan bahwa penyebab utama obesitas di usia muda sangat berkaitan dengan gaya hidup modern. Pola makan tinggi gula dan lemak, kurang aktivitas fisik, kebiasaan duduk terlalu lama, kurang tidur, hingga stres menjadi faktor yang saling berkaitan.

Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan emotional eating, di mana seseorang cenderung makan berlebihan saat stres atau lelah.

Meski terdengar serius, obesitas sebenarnya bisa dicegah dengan langkah sederhana yang konsisten dilakukan.

Mulai dari rutin bergerak minimal 30 menit per hari, mengurangi konsumsi minuman manis dan makanan ultra-proses, hingga menjaga pola tidur yang cukup.

Selain itu, penting untuk mengatur pola makan tanpa harus menjalani diet ekstrem.

"Kunci utama bukan instan, tapi konsistensi. Perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus akan memberikan dampak besar bagi kesehatan," pungkas Ray.

View this post on Instagram

A post shared by Health Collaborative Center (HCC) (@hcc.indonesia)

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |