Jakarta, VIVA – Rencana pembangunan pabrik semen di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mendapat sorotan dari masyarakat setempat.
Hal itu antara lain datang dari kalangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di D.I. Yogyakarta (DIY), yang menggelar aksi damai di kawasan pertigaan Gejayan, Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait rencana pembangunan industri pabrik semen, yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Aksi damai Mahasiswa UGM dan BEM Yogyakarta
Salah satu isu yang menjadi sorotan peserta aksi adalah dugaan keterlibatan sejumlah akademisi dalam proses penyusunan atau perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek tersebut.
Massa aksi meminta proses AMDAL dilakukan secara transparan, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun hukum.
“Proses kajian lingkungan harus dilakukan secara objektif dan tidak boleh dipengaruhi kepentingan tertentu,” kata mahasiswa UGM, Rohman, Kamis, 13 Agustus 2026.
Mahasiswa juga mengecam adanya rencana pembangunan pabrik semen ini, dan menilai adanya oknum akademisi yang mengendalikan integritas ilmiah demi memberikan legitimasi palsu bagi ruang hidup.
"Tolak semua amdal di pertambangan dan industri," ujarnya
Peserta aksi juga menyerukan agar pemerintah dan pihak terkait membuka informasi mengenai proses perizinan pembangunan pabrik semen, termasuk dokumen-dokumen lingkungan yang menjadi dasar pengambilan keputusan.
Massa menilai, keterbukaan informasi penting untuk memastikan masyarakat dapat mengetahui potensi dampak proyek sekaligus memberikan masukan terhadap proses pengambilan keputusan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain persoalan AMDAL, aksi tersebut turut membawa isu perlindungan lingkungan dan hak masyarakat di sekitar wilayah yang terdampak pembangunan.
Peserta aksi meminta setiap rencana pembangunan industri memperhatikan daya dukung lingkungan serta kepentingan masyarakat setempat.
Dukung Swasembada Gula, Pabrik Gula Tjepiring Kendal Konsisten Serap Tebu Petani
Pabrik Gula (PG) Tjepiring, Kendal, Jawa Tengah, kembali menegaskan komitmennya untuk menyerap tebu petani pada musim giling 2026 guna mendukung swasembada gula nasional.
VIVA.co.id
12 Agustus 2026

2 hours ago
2


















