VIVA – Sarapan masih menjadi salah satu kebiasaan sehat yang kerap diabaikan oleh banyak orang. Padahal, waktu makan pertama di pagi hari memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi setelah tubuh beristirahat selama berjam-jam saat tidur. Melewatkan sarapan tidak hanya membuat tubuh mudah lemas, tetapi juga dapat memengaruhi konsentrasi, produktivitas, hingga pola makan sepanjang hari.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tidak sarapan masih cukup tinggi di Indonesia. Sekitar 16,9–59 persen anak usia sekolah diketahui masih sering melewatkan sarapan. Kondisi serupa juga terjadi pada orang dewasa, di mana sekitar 31,2 persen di antaranya tidak terbiasa mengawali hari dengan makan pagi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Padahal, sarapan berkontribusi dalam memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan gizi harian. Asupan yang cukup di pagi hari membantu menyediakan energi untuk beraktivitas, mengurangi risiko kelelahan, sekaligus mendukung fungsi otak agar tetap fokus dan berkonsentrasi.
Mengapa Sarapan Penting untuk Tubuh?
Setelah semalaman tidak mengonsumsi makanan dan minuman, kadar energi dalam tubuh akan menurun. Sarapan berfungsi mengisi kembali cadangan energi sehingga organ tubuh, termasuk otak, dapat bekerja secara optimal.
Orang yang terbiasa sarapan umumnya memiliki pola makan yang lebih teratur dibandingkan mereka yang sering melewatkannya. Selain membantu menjaga stamina, sarapan juga dapat mengurangi keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula atau tinggi lemak secara berlebihan pada siang maupun malam hari.
Pada anak-anak dan remaja, sarapan berperan penting dalam menunjang proses belajar karena berkaitan dengan daya ingat, perhatian, serta kemampuan berpikir. Sementara pada orang dewasa, sarapan dapat membantu menjaga produktivitas selama bekerja maupun beraktivitas sehari-hari.
Anjuran Sarapan Menurut Kementerian Kesehatan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan masyarakat untuk sarapan sejak bangun tidur hingga sebelum pukul 09.00 pagi. Sarapan sebaiknya tidak dilakukan dengan porsi yang terlalu besar agar sistem pencernaan tetap nyaman, namun cukup untuk memenuhi sekitar 15–25 persen kebutuhan gizi harian.
Prinsip utama sarapan adalah menerapkan gizi seimbang. Artinya, menu yang dikonsumsi sebaiknya terdiri atas sumber karbohidrat, protein, sayur atau buah, serta diimbangi dengan minum air putih yang cukup.
Halaman Selanjutnya
Karbohidrat dapat diperoleh dari nasi, roti gandum, atau sumber karbohidrat lainnya sebagai penyedia energi utama. Sementara itu, protein dapat berasal dari lauk hewani maupun nabati seperti telur, ikan, tahu, dan tempe. Dalam anjuran praktisnya, Kemenkes juga menyarankan konsumsi satu hingga dua butir telur rebus per hari sebagai tambahan sumber protein.

13 hours ago
1











