Membuat Koperasi Desa Jadi Pilar Ekonomi Kerakyatan

14 hours ago 3

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:00 WIB

Bekasi, VIVA – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia.

Dukungan tersebut mencakup channeling, pelatihan, pendampingan, peningkatan kapasitas, akses permodalan, digitalisasi, hingga pembukaan peluang usaha dan pasar.

Ketua Umum KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean menegaskan, keterlibatan pihaknya merupakan mandat langsung dari pemerintah yang harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Kami ini dipanggil langsung oleh Pak Menteri Koperasi. Pada 20 November 2025 kami diminta menandatangani piagam komitmen. Jadi ini bukan seremoni, tapi penugasan untuk bekerja nyata di lapangan,” kata Frans, dalam acara Deklarasi Asosiasi KDKMP Se Indonesia, di Bekasi, dikutip Selasa 27 Januari 2026.

Dalam acara deklarasi Asosiasi KDKMP se-Indonesia tersebut juga telah dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara KSP Nasari dengan Asosiasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih se-Indonesia tentang Kemitraan Strategis Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.

Dalam MoU tersebut telah disepakati 10 peran dan usaha bersama dalam rangka Pembinaan dan Pemberdayaan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.

Ketua Umum Asosiasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih se-Indonesia, Tri Wuryantoro, menyatakan, asosiasi ini diharapkan menjadi rumah besar bagi seluruh Kopdes Merah Putih di Indonesia.

"Dengan dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama ini maka KSP Nasari menjadi kakak asuh dalam upaya memperkuat konsolidasi, standarisasi tata kelola, dan memperluas kolaborasi strategis lintas sektor termasuk dengan pihak swasta agar dapat meningkatkan daya saing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat akar rumput," katanya.

Menurut Frans, KSP Nasari hadir berlandaskan prinsip ketujuh koperasi, yaitu kerja sama antar koperasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992.

“Kalau koperasi jalan sendiri-sendiri, dampaknya kecil. Tapi kalau kita kolaborasi, kekuatannya akan berlipat. Itulah roh dari koperasi,” ujarnya.

Sebagai bentuk konkret, KSP Nasari meluncurkan program Kolaborasi Koperasi atau Collab Coop. Program ini dirancang bertahap untuk menjawab persoalan riil koperasi desa, mulai dari rendahnya literasi koperasi hingga keterbatasan modal dan akses usaha.

“Kami mulai dari hal paling dasar, yaitu sosialisasi masif. Banyak masyarakat desa yang belum benar-benar paham koperasi itu apa dan manfaatnya apa,” lanjut Frans.

Halaman Selanjutnya

Tahap berikutnya adalah pelatihan dan pendampingan intensif bagi pengurus, pengelola, dan pengawas koperasi desa.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |