Solo, VIVA - Mobil hybrid sering dianggap sebagai jalan tengah bagi konsumen yang ingin mencicipi teknologi elektrifikasi, tetapi belum siap sepenuhnya beralih ke mobil listrik. Salah satu alasannya sederhana, mobil hybrid tidak mengharuskan pemilik mencari colokan listrik setiap kali baterainya habis.
Hal tersebut juga menjadi salah satu daya tarik Toyota Veloz Hybrid EV. Sebagai MPV keluarga, mobil ini tidak hanya dituntut efisien, tetapi juga harus praktis ketika digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lantas, seperti apa rasanya menggunakan Veloz Hybrid EV ketika dibawa menghadapi kondisi jalan yang beragam?
Pengujian di Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya yang dilakukan VIVA memberikan gambaran soal karakter tersebut. Mobil diajak melewati jalan perkotaan dengan lalu lintas padat, jalan antarkota, kawasan pedesaan sampai jalur menanjak.
Satu hal yang langsung terasa adalah pengemudi tidak perlu melakukan perlakuan khusus terhadap sistem hybrid. Tidak ada tombol yang harus ditekan untuk memilih tenaga listrik atau mesin bensin. Semua diatur secara otomatis oleh sistem kendaraan.
Veloz Hybrid EV mengandalkan mesin 1.5 liter 2NR-VEX yang dipadukan dengan motor listrik. Sistem hybridnya menggunakan konfigurasi Series-Parallel Hybrid dengan Power Split Device.
Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 91 PS, sedangkan motor listrik memiliki output 80 PS. Kombinasi sistem tersebut menghasilkan tenaga maksimum 111 PS dan disalurkan ke roda depan melalui transmisi e-CVT.
Dalam penggunaan harian, karakter hybrid paling terasa ketika mobil menghadapi lalu lintas stop-and-go. Saat kondisi memungkinkan, motor listrik dapat mengambil alih penggerak kendaraan pada kecepatan rendah.
Momen seperti ini membuat kabin terasa lebih senyap dibanding ketika mesin bensin bekerja. Ketika pengemudi kembali membutuhkan tenaga lebih besar, mesin bensin akan bekerja dan motor listrik dapat memberikan bantuan secara otomatis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Transisinya tidak membutuhkan campur tangan pengemudi. Artinya, orang yang sebelumnya terbiasa menggunakan mobil bensin tidak harus mempelajari cara baru untuk menjalankan Veloz Hybrid EV.
Hal yang sama berlaku ketika mobil diajak keluar dari perkotaan. Saat melewati jalan antarkota atau tanjakan, kebutuhan tenaga meningkat dan sistem akan menyesuaikan kerja mesin serta motor listrik.
Halaman Selanjutnya
Di sinilah konsep hybrid terasa cukup praktis. Motor listrik bukan sekadar digunakan untuk membuat mobil berjalan dalam jarak tertentu, tetapi menjadi bagian dari sistem penggerak yang bekerja sesuai kebutuhan.

4 hours ago
4




















