Mengejutkan, Intelijen AS Ungkap Kekuatan Militer Iran Pulih dalam 6 Bulan

3 weeks ago 8

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:00 WIB

VIVA –Badan intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa asumsi Amerika Serikat mengenai kemungkinan melakukan operasi militer cepat dan mudah terhadap Iran terbukti keliru setelah serangkaian serangan dan blokade yang dinilai gagal.

IRGC menyinggung beberapa operasi yang disebut tidak berhasil, termasuk perang 12 hari Israel pada 2025 yang melibatkan dukungan langsung Amerika Serikat, serta perang yang mereka sebut sebagai perang teroris selama 50 hari yang dilakukan AS dan Israel sejak 28 Februari 2026. Selain itu, blokade terhadap pelabuhan Iran yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump pada April lalu juga disebut sebagai bentuk perang ekonomi untuk melemahkan rakyat Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Setelah serangan sia-sia pada 13 Juni dan 28 Februari serta runtuhnya blokade 12 April, kekeliruan asumsi Gedung Putih mengenai operasi cepat dan mudah terhadap Republik Islam Iran akhirnya terbongkar,” kata Organisasi Intelijen IRGC dalam pernyataannya pada Kamis dikutip dari laman presstv.ir, Jumat 22 Mei 2026.

Mereka juga mengklaim bahwa lembaga-lembaga intelijen Amerika Serikat kini menyadari waktu tidak lagi berpihak pada Washington.

“Kesimpulan lembaga intelijen AS adalah ini: waktu tidak berada di pihak mereka, dan untuk keluar dari situasi yang semakin rumit, mereka harus menganggap serius inisiatif dan ancaman Iran,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, CNN melaporkan pada Kamis bahwa Iran disebut tengah bergerak cepat membangun kembali kekuatan militernya. Mengutip sumber intelijen, media itu menyebut Iran mulai mengganti lokasi dan peluncur rudal yang rusak serta kembali memproduksi sistem persenjataan penting di tengah gencatan senjata enam pekan dengan AS.

Laporan itu menyebut intelijen Amerika menilai pemulihan militer Iran berlangsung jauh lebih cepat dari perkiraan awal. Iran bahkan disebut sudah memulai kembali produksi drone dan diperkirakan mampu memulihkan penuh kemampuan serangan dronenya hanya dalam waktu sekitar enam bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pihak Iran melampaui seluruh perkiraan waktu pemulihan yang dimiliki komunitas intelijen,” kata seorang pejabat AS kepada CNN.

Menurut laporan tersebut, Iran juga dianggap berhasil membatasi dampak jangka panjang perang dengan cara memulihkan kemampuan militernya secara cepat setelah serangan terjadi.

Halaman Selanjutnya

Awal bulan ini, lembaga intelijen AS juga dilaporkan mengungkap bahwa Iran telah kembali mendapatkan akses ke sebagian besar lokasi rudal, peluncur, dan fasilitas bawah tanahnya. Informasi itu dimuat oleh The New York Times.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |