Menhaj: Arab Saudi Pastikan Jemaah Umrah Bisa Ibadah dengan Aman

2 days ago 2

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:06 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melaporkan Pemerintah Arab Saudi memastikan jemaah tetap dapat melaksanakan ibadah umrah dengan aman meskipun terjadi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

“Kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Makkah, dan Madinah, dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Para jemaah umrah yang saat ini berada di wilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa gangguan berarti,” kata Menhaj Mochamad Irfan Yusuf dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII di Jakarta, Rabu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan eskalasi konflik di Timur Tengah telah berdampak pada stabilitas keamanan regional dan aktivitas transportasi udara internasional. Sejumlah negara di kawasan tersebut menutup ruang udara, terutama pada jalur yang selama ini menjadi lintasan utama penerbangan internasional menuju kawasan Teluk.

“Penutupan ruang udara tersebut menyebabkan terganggunya sejumlah penerbangan internasional, khususnya penerbangan yang menggunakan skema transit melalui beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” kata Menhaj Irfan.

Akibat kondisi tersebut proses keberangkatan maupun kepulangan jemaah umrah, terutama yang menggunakan penerbangan transit, mengalami gangguan.

Meski demikian, kata dia, berdasarkan laporan dari perwakilan pemerintah serta koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, situasi keamanan di kota-kota utama tujuan ibadah seperti Jeddah, Makkah, dan Madinah, tetap dalam kondisi aman.

Berdasarkan laporan yang diterimanya hingga 11 Maret 2026, tercatat sebanyak 50.374 orang jamaah umrah masih berada di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut sekitar 14.115 orang berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan akibat gangguan penerbangan.

“Kami sudah memanggil seluruh PPIU yang terkait untuk memastikan penanganan jemaah berjalan baik,” kata Irfan.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat untuk sementara menunda keberangkatan ibadah umrah menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Memang sementara ini, kita terkait dengan keberangkatan umrah, masih dalam peraturan mengimbau untuk menunda keberangkatan, karena eskalasi dari konflik. Kita tidak tahu perkembangannya seperti apa," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak.

Menurut dia, imbauan itu sebagai langkah mitigasi guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci. (Ant)

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Komisi VIII DPR Minta Calon Jemaah Haji 2026 Tetap Tenang

Komisi VIII DPR RI meminta para calon jemaah haji Indonesia tahun 2026 untuk tidak terpengaruh oleh isu penundaan ibadah haji akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.

img_title

VIVA.co.id

11 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |