Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan pemerintah membuka opsi untuk memangkas anggaran pertahanan dan kepolisian apabila kondisi fiskal dan target defisit anggaran mengalami tekanan.
Namun demikian, Purbaya mengatakan hingga saat ini belum ada pembicaraan untuk mengalihkan sebagian anggaran pertahanan dan kepolisian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Belum. Tapi begini, hitungan anggaran posnya besar. Kalau memang mungkin defisit kita terganggu ya kita pangkas," kata Purbaya usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Purbaya menekankan bahwa kondisi tersebut belum akan terjadi dalam waktu dekat. Menurutnya, kondisi keuangan negara saat ini masih dalam kondisi aman.
"Tapi rasanya enggak, masih jauh dari sana. Jadi kita masih cukup," tegasnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah akan menghemat anggaran guna menghilangkan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Apabila diperlukan, Presiden Prabowo siap memangkas anggaran pertahanan dan kepolisian.
"Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien, bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," kata Presiden Prabowo saat Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 17 Juli 2026. (Ant)
Menkeu Purbaya Sebut Anggaran MBG Berpeluang Turun
Menkeu Purbaya mengatakan, pemerintah masih mengkaji strategi anggaran program MBG untuk tahun ini, termasuk kemungkinan adanya penurunan alokasi anggaran.
VIVA.co.id
21 Juli 2026

12 hours ago
5











