Merasa Bokek Padahal Keuangan Baik-baik Aja, Ini 11 Alasan Gen Z Sering Cemas soal Uang

4 days ago 6

Selasa, 15 September 2026 - 20:21 WIB

VIVA – Banyak anak muda Gen Z merasa dirinya sedang kesulitan secara finansial. Harga kebutuhan yang terus naik, kondisi ekonomi yang tidak pasti, hingga gaya hidup di media sosial membuat mereka sulit merasa aman dengan kondisi keuangannya.

Fenomena ini bisa berkaitan dengan money dysmorphia, yaitu kondisi ketika seseorang merasa dirinya jauh lebih miskin atau kaya dibandingkan keadaan sebenarnya. Lantas, mengapa Gen Z sering merasa bokek meski kondisi finansialnya belum tentu buruk? Melansir dari YourTango, berikut penjelasannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Terlalu Cemas Melihat Berita Ekonomi

Berita tentang resesi, inflasi, dan kondisi ekonomi membuat sebagian Gen Z terus mengkhawatirkan masa depan. Akibatnya, mereka merasa harus menahan pengeluaran meski sebenarnya masih mampu.

2. Investasi Jangka Panjang Terasa Mustahil

Harga rumah dan kebutuhan hidup yang tinggi membuat tujuan seperti membeli rumah atau menyiapkan dana pensiun terasa sangat jauh. Akibatnya, menabung untuk masa depan dianggap kurang menarik.

3. Sering Membeli “Kemewahan Kecil”

Skincare, makeup, makanan, atau barang kecil bisa menjadi pelarian dari stres. Pengeluaran memang terlihat sepele, tetapi jika terlalu sering dilakukan, jumlahnya bisa membesar.

4. Terus Membandingkan Diri di Media Sosial

Melihat influencer bepergian, membeli barang mahal, atau tinggal di tempat mewah dapat menciptakan standar finansial yang tidak realistis. Padahal, belum tentu gaya hidup tersebut sepenuhnya dibiayai dari uang sendiri.

5. Meremehkan Pencapaian Finansial

Berhasil melunasi kartu kredit atau mampu membayar tempat tinggal sendiri seharusnya menjadi pencapaian. Namun, sebagian Gen Z justru menganggapnya biasa karena terlalu fokus pada target besar.

6. Cemas dengan Skor Kredit

Skor kredit dianggap sebagai ukuran utama kesehatan finansial. Padahal, kondisi keuangan seseorang tidak hanya ditentukan oleh angka tersebut.

7. Menganggap Hemat sebagai Kegagalan

Ketika media sosial menampilkan gaya hidup konsumtif, hidup hemat justru bisa membuat seseorang merasa tertinggal. Padahal, mengatur pengeluaran merupakan kebiasaan finansial yang sehat.

8. Merasa Bersalah Setiap Kali Belanja

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagian Gen Z merasa bersalah bahkan ketika menggunakan uang untuk kebutuhan atau kesenangan yang sebenarnya masih terjangkau.

9. Menyalahkan Diri Sendiri

Halaman Selanjutnya

Tekanan dari keluarga dan lingkungan membuat sebagian anak muda merasa kegagalan finansial sepenuhnya merupakan kesalahan pribadi, tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi yang lebih luas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |