VIVA – Banyak anak muda Gen Z merasa dirinya sedang kesulitan secara finansial. Harga kebutuhan yang terus naik, kondisi ekonomi yang tidak pasti, hingga gaya hidup di media sosial membuat mereka sulit merasa aman dengan kondisi keuangannya.
Fenomena ini bisa berkaitan dengan money dysmorphia, yaitu kondisi ketika seseorang merasa dirinya jauh lebih miskin atau kaya dibandingkan keadaan sebenarnya. Lantas, mengapa Gen Z sering merasa bokek meski kondisi finansialnya belum tentu buruk? Melansir dari YourTango, berikut penjelasannya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Terlalu Cemas Melihat Berita Ekonomi
Berita tentang resesi, inflasi, dan kondisi ekonomi membuat sebagian Gen Z terus mengkhawatirkan masa depan. Akibatnya, mereka merasa harus menahan pengeluaran meski sebenarnya masih mampu.
2. Investasi Jangka Panjang Terasa Mustahil
Harga rumah dan kebutuhan hidup yang tinggi membuat tujuan seperti membeli rumah atau menyiapkan dana pensiun terasa sangat jauh. Akibatnya, menabung untuk masa depan dianggap kurang menarik.
3. Sering Membeli “Kemewahan Kecil”
Skincare, makeup, makanan, atau barang kecil bisa menjadi pelarian dari stres. Pengeluaran memang terlihat sepele, tetapi jika terlalu sering dilakukan, jumlahnya bisa membesar.
4. Terus Membandingkan Diri di Media Sosial
Melihat influencer bepergian, membeli barang mahal, atau tinggal di tempat mewah dapat menciptakan standar finansial yang tidak realistis. Padahal, belum tentu gaya hidup tersebut sepenuhnya dibiayai dari uang sendiri.
5. Meremehkan Pencapaian Finansial
Berhasil melunasi kartu kredit atau mampu membayar tempat tinggal sendiri seharusnya menjadi pencapaian. Namun, sebagian Gen Z justru menganggapnya biasa karena terlalu fokus pada target besar.
6. Cemas dengan Skor Kredit
Skor kredit dianggap sebagai ukuran utama kesehatan finansial. Padahal, kondisi keuangan seseorang tidak hanya ditentukan oleh angka tersebut.
7. Menganggap Hemat sebagai Kegagalan
Ketika media sosial menampilkan gaya hidup konsumtif, hidup hemat justru bisa membuat seseorang merasa tertinggal. Padahal, mengatur pengeluaran merupakan kebiasaan finansial yang sehat.
8. Merasa Bersalah Setiap Kali Belanja
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagian Gen Z merasa bersalah bahkan ketika menggunakan uang untuk kebutuhan atau kesenangan yang sebenarnya masih terjangkau.
9. Menyalahkan Diri Sendiri
Halaman Selanjutnya
Tekanan dari keluarga dan lingkungan membuat sebagian anak muda merasa kegagalan finansial sepenuhnya merupakan kesalahan pribadi, tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi yang lebih luas.

4 days ago
6




















