Jakarta, VIVA – Meta resmi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya. CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena persaingan di industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin ketat.
“AI adalah teknologi paling penting dalam hidup kita,” kata Zuckerberg dalam memo internal kepada karyawan, sebagaimana dikutip dari CNBC, Jum'at, 22 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain PHK, sekitar 7.000 karyawan Meta juga akan dipindahkan ke posisi baru yang fokus pada pengembangan AI. Tim yang berkaitan dengan infrastruktur AI, model AI dasar, dan monetisasi AI disebut tetap dipertahankan dalam restrukturisasi ini.
Meta sebelumnya telah memberi sinyal soal efisiensi besar-besaran sejak April 2026. Saat itu, perusahaan mengumumkan pembatalan perekrutan sekitar 6.000 posisi baru untuk mengalihkan investasi ke sektor AI.
“Selalu menyedihkan harus berpisah dengan orang-orang yang telah berkontribusi pada misi dan pembangunan perusahaan ini,” ungkap Zuckerberg.
“Saya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua yang hari ini meninggalkan perusahaan atas kerja keras yang telah diberikan kepada komunitas kami,” lanjutnya.
Lantaran peristiwa ini, dilaporkan juga bahwa kecemasan di internal Meta meningkat karena perusahaan sudah beberapa kali melakukan PHK sepanjang tahun. Pada Januari 2026, Meta memberhentikan sekitar 1.000 pegawai di unit Reality Labs, kemudian pada Maret, ratusan pegawai kembali terkena PHK.
Meta juga mulai mengurangi penggunaan vendor dan kontraktor moderasi konten karena sebagian tugas mulai digantikan teknologi AI. Menurut laporan, Meta kemungkinan masih akan melakukan gelombang PHK tambahan pada Agustus dan musim gugur tahun ini.
Data dari platform Blind menunjukkan rating internal Meta dari para pegawai turun 25 persen dibanding puncaknya pada kuartal II 2024. Penilaian budaya kerja perusahaan juga turun 39 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Zuckerberg mengakui komunikasi perusahaan kepada karyawan masih kurang jelas. “Kami ingin mengakui bahwa kami belum sejelas yang kami harapkan dalam komunikasi, dan itu adalah area yang ingin kami perbaiki,” ujarnya.
Meta bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang melakukan efisiensi di tengah booming AI. Cisco pekan lalu mengumumkan PHK sekitar 4.000 pegawai. Sementara itu, Microsoft mulai menawarkan program pensiun sukarela untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan.
Halaman Selanjutnya
Gelombang efisiensi ini menunjukkan perusahaan teknologi global kini semakin agresif mengalihkan investasi ke AI sebagai fokus utama bisnis mereka ke depan.

3 weeks ago
10














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)