Mobil Baru Bermasalah Berkali-kali, Diler Disuruh Balikin Duit Rp400 Jutaan

19 hours ago 1

Sabtu, 19 September 2026 - 15:58 WIB

India, VIVA – Membeli mobil baru biasanya identik dengan rasa tenang karena kendaraan masih dalam kondisi baru dan mendapat perlindungan garansi. Namun, pengalaman berbeda dialami seorang konsumen di Hyderabad, India.

Mobil listrik yang dibelinya dengan harga setara lebih dari Rp500 juta justru mengalami sejumlah masalah. Bahkan, kendaraan tersebut disebut pernah berhenti secara tiba-tiba saat digunakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masalah yang tak kunjung tuntas setelah beberapa kali perbaikan itu akhirnya dibawa ke ranah hukum. Pengadilan konsumen kemudian memerintahkan dealer untuk mengembalikan uang pembelian kendaraan kepada pemilik.

Dilansir VIVA dari laman Motoroctane, Sabtu 19 September 2026, kasus tersebut melibatkan Tata Harrier EV yang dibeli oleh M/S Refrigeration Equipment and Solutions dari dealer Tata Select Motors di Hyderabad pada 1 Agustus.

Konsumen membeli Harrier EV varian Empowered dengan baterai 75 kWh. Harga mobil tersebut mencapai ₹27,98 lakh, atau sekitar Rp518 juta.

Tidak lama setelah digunakan, kendaraan mulai mengalami sejumlah gangguan.

Pemilik mengeluhkan masalah ketika mobil hendak dinyalakan, gangguan pada smart key, serta sistem central locking. Tidak hanya itu, mobil juga diklaim sempat berhenti secara tiba-tiba ketika sedang dikendarai.

Kondisi tersebut membuat kendaraan harus beberapa kali dibawa ke bengkel resmi untuk mendapatkan pemeriksaan dan perbaikan.

Pihak dealer menyebut sebagian masalah yang terjadi disebabkan oleh gangguan perangkat lunak atau software. Sistem central locking juga disebut sudah diganti melalui klaim garansi.

Namun, bagi pemilik, persoalan tersebut belum selesai. Berdasarkan catatan servis, sejumlah masalah kembali muncul meski kendaraan sudah mendapatkan penanganan beberapa kali.

Dibawa ke Pengadilan Konsumen

Karena merasa masalah pada mobil tidak kunjung tuntas, konsumen kemudian meminta dealer mengembalikan uang pembelian kendaraan.

Nilai yang diminta mencapai sekitar Rp542 juta. Konsumen juga meminta kompensasi sekitar Rp92,5 juta atas gangguan dan ketidaknyamanan yang dialami.

Dealer menolak tuntutan tersebut dan menyatakan tidak ada kekurangan dalam pelayanan yang diberikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perselisihan kemudian diperiksa oleh District Consumer Commission di Hyderabad.

Majelis yang menangani perkara tersebut memeriksa berbagai dokumen, termasuk riwayat servis dan job card kendaraan.

Halaman Selanjutnya

Dalam pemeriksaan, diketahui beberapa masalah memang sudah berhasil diperbaiki. Gangguan pada smart key, misalnya, disebut telah diselesaikan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |