Cibinong, VIVA – Perkembangan teknologi membuat mobil masa kini semakin canggih. Mulai dari sistem hybrid, fitur keselamatan berbasis sensor, hingga berbagai perangkat elektronik yang saling terhubung membuat kendaraan modern jauh berbeda dibanding mobil yang beredar satu dekade lalu.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan, apakah kehadiran teknologi justru membuat peran mekanik bengkel semakin berkurang? Jawabannya justru sebaliknya. Semakin rumit teknologi yang digunakan sebuah mobil, semakin tinggi pula kemampuan yang harus dimiliki seorang teknisi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jika dulu mekanik lebih banyak menangani pekerjaan mekanis seperti mengganti kampas rem, kopling, atau melakukan tune-up mesin, kini mereka juga dituntut memahami sistem kelistrikan, perangkat lunak kendaraan, hingga mampu membaca hasil diagnosa menggunakan peralatan khusus.
Perubahan tersebut semakin terasa seiring bertambahnya populasi mobil hybrid dan kendaraan listrik di Indonesia. Penanganan kedua jenis kendaraan itu memiliki prosedur berbeda, terutama terkait sistem kelistrikan bertegangan tinggi yang membutuhkan pengetahuan dan standar keselamatan khusus.
Chief Executive Auto2000, Anton Jimmi Suwandy, mengatakan perkembangan kendaraan elektrifikasi membuat materi pelatihan teknisi ikut berubah. Menurutnya, proses pembelajaran kini sudah memasukkan berbagai studi kasus yang berkaitan dengan mobil hybrid maupun battery electric vehicle (BEV).
"Seiring dengan perkembangan penjualan elektrifikasi, termasuk hybrid maupun BEV, kita juga menggunakan studi kasus atau contoh-contoh kasus yang menggunakan elektrifikasi," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Minggu, 2 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kendaraan yang digunakan dalam praktik kompetisi tahun ini juga sudah memanfaatkan model hybrid. Tujuannya agar para teknisi terbiasa menghadapi teknologi yang kini mulai banyak digunakan konsumen.
Bagi teknisi bengkel resmi, belajar teknologi baru bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban. Setiap peluncuran produk baru selalu diikuti dengan pelatihan agar mekanik mampu memahami karakter kendaraan yang akan mereka tangani.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Apapun produk baru yang diluncurkan oleh TAM dan Toyota, pasti mekanik-mekanik kita harus mengikuti teknologi yang terbaru," kata Anton.
Menurutnya, proses pengembangan kemampuan mekanik juga dilakukan secara berjenjang dengan kurikulum yang telah disusun secara sistematis. Standar pelatihan tersebut bahkan mendapat pengawasan langsung dari Toyota Jepang.
Halaman Selanjutnya
"Training mekanik ini standarisasinya sampai dikontrol langsung oleh Toyota Jepang. Jadi semua kurikulum kemudian jenjang development itu juga sudah diatur oleh Toyota secara detail," tuturnya.

6 hours ago
2












