VIVA – Seorang prajurit TNI Angkatan Darat (AD), Prada Arif Budi Sampurna tewas akibat diduga menjadi korban tindak pidana pengeroyokan.
Insiden ini terjadi di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten pada Minggu (19/7/2026).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kasus pengeroyokan tersebut, polisi telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka.
Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan mendalam terhadap tujuh orang yang kini ditetapkan sebagai tersangka.
Pihaknya menemukan fakta dalam insiden maut itu dipicu oleh perebutan antrian pesanan sate taichan.
“Motifnya sudah saya sampaikan tadi bahwa bermula dari rebutan antrean sate taichan, kemudian kelompok pelaku dan korban cekcok dengan nada tinggi, terjadi ketersinggungan dan akhirnya memantik pemukulan korban,” jelasnya.
Prada Arif Budi Sampurna Ucap Perpisahan
Prada Arif Budi Sampurna dan sahabatnya, Aghis
Prada Arif Budi Sampurna sempat bertugas di Nabire, Papua Tengah bersama sahabatnya bernama Aghis.
Sebelum Budi berangkat, keduanya saling berpamitan saat berada di bandara.
Momen perpisahan ini diunggah melalui akun TikTok @bukanbudii pada awal tahun 2026.
“Hari ini nganterin Budi berangkat,” ungkap Aghis pada unggahan TikTok @bukanbudii.
“Okay today I’m got a flight, so wish me luck,” kata Budi.
Saat Budi bersiap naik ke pesawat, Aghis mengucapkan pesan perpisahan sambil bercanda.
“Nanti kau baik-baik kau disana, jangan sampai kena ani-ani sana,” ujar Aghis.
“Gua mah anti ani-ani, sukanya janda-janda,” jawab Budi sambil bercanda.
Kemudian, Budi mengungkapkan akan menyambut sahabatnya bila datang ke Jakarta. Ia kembali meminta pesan terakhir pada Aghis sebelum mereka berpisah.
“Sampai jumpa di lain hari, misalkan dia berangkat ke Jakarta, gua todong. Satu kalimat terakhir buat gua apa?” tanya Budi.
“Ya ati-ati lah disana, baik-baik,” kata Aghis.
Budi pun menyampaikan pesan terakhirnya kepada sahabatnya, dirinya berharap agar Aghis bisa sukses di Nabire.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aghis pun mengungkapkan harapannya agar tahun depan dirinya bisa menyusul sahabatnya ke Jakarta.
“Satu kata buat beliau, semoga beliau lebih sukses kedepannya di Nabire. So, maybe we can meet again someday. If you go to Jakarta, just call me,” terang Budi.
Halaman Selanjutnya
“Tahun depan gua nyusul,” harapan Aghis.

6 hours ago
1











