Jakarta, VIVA – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024, Nadiem Anwar Makarim, mengaku terharu melihat banyaknya pengemudi ojek online (ojol) yang hadir memberikan dukungan menjelang sidang pembacaan pledoi atau nota pembelaannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juni 2026.
Ratusan pengemudi ojol terlihat memadati kawasan depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sejak pagi hari. Tidak hanya berada di luar gedung pengadilan, sejumlah driver juga tampak masuk hingga ke area ruang sidang untuk memberikan dukungan langsung kepada Nadiem.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Beberapa pengemudi bahkan menyampaikan orasi di sekitar lokasi persidangan sebagai bentuk solidaritas terhadap pendiri salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia tersebut.
Nadiem Mengaku Terharu Lihat Dukungan Ojol
Saat tiba di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Nadiem menyampaikan rasa syukur sekaligus emosinya atas dukungan yang diberikan para pengemudi ojol.
Ia mengaku tersentuh karena para driver sudah ikut mengawal dirinya sejak perjalanan dari rumah tahanan menuju pengadilan.
“Terima kasih, saya bersyukur kepada semua suara dukungan yang membela kebenaran. Itu yang saya sedikit terharu aja melihat para driver-driver di luar mendampingi saya tadi, bahkan dari jalanan pun banyak yang ikut,” kata Nadiem kepada awak media.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap proses hukum dan keadilan di Indonesia.
Sebut Kasusnya Bukan Lagi Soal Dirinya
Dalam pernyataannya, Nadiem juga menyinggung bahwa perkara hukum yang sedang dihadapinya bukan lagi sekadar persoalan pribadi.
Ia menilai kasus tersebut berkaitan dengan kondisi hukum dan nilai-nilai dasar yang dianut negara saat ini, termasuk prinsip keadilan dan Pancasila.
“Maka dari itu saya ingin mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT serta semua orang yang masih peduli dengan keadilan di negara Indonesia,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Nadiem, kasus yang menjerat dirinya diharapkan dapat menjadi pelajaran untuk memperbaiki sistem hukum di Indonesia ke depan.
“Itu saja, dan saya harap kasus ini menjadi suatu hikmah bagi perbaikan sistem hukum kita, perbaikan negara kita ke depan,” lanjutnya.
Halaman Selanjutnya
Sidang Pledoi Digelar Hari Ini

1 week ago
13














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)