Netanyahu Gugat New York Times usai Terbitkan Artikel Dugaan Pemerkosaan Tahanan Palestina

6 hours ago 5

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:00 WIB

VIVA Israel disebut tengah menyiapkan langkah hukum untuk menuntut surat kabar asal Amerika, The New York Times. Tindakan ini diambil menyusul dengan publikasi surat kabar tersebut membahas dugaan pemerkosaan terhadap tahanan Palestina yang ditahan di Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan rencana gugatan itu melalui platform X pada Kamis, setelah The New York Times tetap membela laporan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Setelah publikasi salah satu kebohongan paling menjijikkan dan dipelintir yang pernah diterbitkan terhadap Israel di media modern oleh Nicholas Kristof di The New York Times yang juga didukung surat kabar tersebut. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar telah memerintahkan dimulainya gugatan pencemaran nama baik yang dilakukan The New York Times,” demikian pengumuman tersebut dikutip dari laman Middel East Eye, Jumat 15 Mei 2026.

Sementara itu, Juru Bicara The New York Times turut memberikan pernyataan.

“Artikel opini hasil pelaporan mendalam karya Nicholas Kristof diawali dengan pernyataan kepada pembaca: ‘Apa pun pandangan kita soal konflik Timur Tengah, seharusnya kita bisa bersatu untuk mengecam pemerkosaan,’” kata juru bicara The New York Times.

Tulisan Kristof memuat kesaksian memilukan terkait dugaan kekerasan seksual terhadap warga Palestina oleh tentara Israel. Di antaranya ada pengakuan tahanan yang mengaku diserang anjing, disiksa secara seksual menggunakan wortel, hingga mengalami luka serius akibat tongkat.

Sejumlah influencer dan politikus Israel kemudian menuduh The New York Times menyebarkan fitnah antisemit. Mereka menyebut laporan itu sebagai bentuk “blood libel”, istilah yang merujuk pada tuduhan palsu terhadap orang Yahudi yang pernah digunakan untuk membenarkan pembantaian di Eropa pada abad pertengahan hingga awal era modern.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bulan lalu, Middle East Eye juga mengungkap kesaksian serupa melalui laporan berjudul “Sexual violence and forcible transfer in the West Bank: How the exploitation of gender dynamics drives displacement” yang disusun oleh West Bank Protection Consortium.

Kelompok tersebut mendokumentasikan sedikitnya 16 kasus dugaan kejahatan seksual yang dilakukan pemukim dan tentara Israel.

Halaman Selanjutnya

Singgung keterlibatan AS

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |