Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:00 WIB
VIVA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pasukan Israel sekarang mengendalikan 60 persen Jalur Gaza, menunjukkan bahwa pasukan telah meluas ke lebih banyak wilayah Palestina daripada yang ditetapkan dalam rencana gencatan senjata yang ditengahi AS pada Oktober 2025 lalu.
Komentarnya muncul ketika Gaza tetap dilanda kekerasan setiap hari, dan ketika upaya untuk memajukan gencatan senjata yang rapuh dan mengakhiri perang secara permanen tampaknya telah terhenti.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dalam dua tahun terakhir, kami telah menunjukkan kepada seluruh dunia betapa dahsyatnya kekuatan yang tertanam dalam diri rakyat kami, dalam negara kami, dalam tentara kami, dalam warisan kami," kata Netanyahu pada hari Kamis dalam sebuah acara yang menandai Hari Yerusalem dilansir NDTV, Jumat, 15 Mei 2026.
"Kami membawa pulang semua sandera kami, hingga yang terakhir," tambahnya, merujuk pada salah satu tujuan utama yang dinyatakan dari perang di Gaza. "Ada yang berkata: keluar, keluar! Kami tidak keluar. Hari ini kami menguasai 60 persen; besok kita lihat saja."
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas yang berlaku sejak Oktober, pasukan Israel harus mundur ke "Garis Kuning" di Gaza, sehingga mereka menguasai lebih dari 50 persen wilayah Palestina.
Komentar Netanyahu merupakan indikasi resmi pertama bahwa militer Israel memperluas pengaruhnya setelah laporan media dalam beberapa pekan terakhir menyebutkan bahwa pasukan Israel bergerak maju ke apa yang disebut "Garis Oranye".
Fase pertama gencatan senjata tersebut menyaksikan pembebasan sandera terakhir yang ditawan dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, yang memicu perang di Gaza, sebagai imbalan atas pembebasan warga Palestina yang ditahan oleh Israel.
Fase kedua melibatkan isu-isu pelucutan senjata Hamas dan penarikan bertahap militer Israel dari Jalur Gaza.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dengan kemajuan menuju tujuan-tujuan tersebut terhenti dalam pembicaraan yang sedang berlangsung antara Hamas dan para mediator, media Israel melaporkan bahwa jika Hamas menolak untuk melucuti senjata, militer bersiap untuk melanjutkan pertempuran di Gaza.
Netanyahu telah mengisyaratkan beberapa kali bahwa Israel akan menyelesaikan pekerjaan jika gerakan Islamis Palestina tersebut tidak melucuti senjata.
Halaman Selanjutnya
Lebih dari 850 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata dimulai, menurut kementerian kesehatan Gaza, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas dan angka-angkanya dianggap dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

8 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
