Netanyahu Telan Mentah-mentah Hoaks untuk Bikin Klaim Senjata Nuklir Iran

11 hours ago 4

loading...

PM Israel Benjamin Netanyahu klaim Iran memiliki program senjata nuklir. Namun, klaim tersebut palsu dan asalnya dari unggahan akun anonim di X. Foto/Olivier Fitoussi/Flash90

TEL AVIV - Sebuah klaim palsu mengenai program senjata nuklir Iran menyebar ke berbagai negara hanya dalam hitungan jam. Ironisnya, informasi yang belum terverifikasi itu kemudian dikutip Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam pidatonya dan turut disebarkan pejabat tinggi pemerintahan Amerika Serikat (AS).

Klaim tersebut bermula dari sebuah unggahan akun anonim di X yang berbasis di India pada 5 Agustus. Akun itu mengeklaim Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi, Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), mengatakan Iran tidak akan pernah menghentikan upayanya mengembangkan senjata nuklir selama Israel dan AS masih memiliki senjata tersebut.

Baca Juga: Ini Alasan Iran Bikin Sayembara Bunuh Tentara AS Dapat Rp534 Juta dan Rp1 Miliar bagi Kontestan Perempuan

Unggahan itu dilengkapi foto Vahidi dan gambar awan jamur yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Masalahnya, tidak ada bukti bahwa Vahidi pernah mengeluarkan pernyataan tersebut. Tidak ada pula bukti bahwa Iran telah memiliki atau membuat senjata nuklir. Namun, klaim tersebut terlanjur menyebar dengan sangat cepat.

Berawal dari Akun Anonim India

Menurut penelusuran The New York Times, unggahan pertama berasal dari akun anonim asal India di platform X, yang memiliki sekitar 175.000 pengikut.

Hanya dalam waktu dua jam, akun India lainnya dengan sekitar 82.000 pengikut ikut menyebarkan klaim tersebut dalam bahasa Hindi.

Dari sana, informasi palsu atau hoaks tersebut masuk ke lingkungan media dan akun-akun Israel.

Sebuah akun bernama "Mossad Commentary", yang menggunakan nama badan intelijen Israel tetapi tidak memiliki hubungan resmi yang diketahui dengan lembaga tersebut, ikut menyebarkan klaim palsu itu.

Akun tersebut bahkan menyiratkan bahwa Iran sengaja mengulur waktu dan tidak benar-benar berniat bernegosiasi dalam pembicaraan gencatan senjata dengan AS.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |