Senin, 25 Mei 2026 - 08:58 WIB
VIVA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu, 24 Mei 2026, bahwa ia dan Presiden AS Donald Trump sepakat bahwa setiap perjanjian akhir dengan Iran harus menghilangkan ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh Teheran.
Melalui unggahan di Telegram, Netanyahu mengatakan kesepakatan dengan Iran harus mencakup pembongkaran fasilitas pengayaan nuklir Iran dan pemindahan material nuklir yang diperkaya dari wilayahnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Netanyahu juga mengatakan kepada Trump bahwa Israel akan tetap bebas untuk bertindak melawan ancaman di Lebanon selama percakapan telepon tentang kesepakatan yang sedang dirancang antara Washington dan Iran pada hari Sabtu, kata sebuah sumber Israel.
Menurut sumber Israel tersebut, AS sedang memberikan informasi terbaru kepada Israel tentang negosiasi dengan Iran.
"Presiden Trump telah menjelaskan bahwa ia akan tetap teguh dalam negosiasi mengenai tuntutannya yang konsisten untuk pembongkaran program nuklir Iran dan pemindahan semua uranium yang diperkaya dari wilayahnya," kata sumber tersebut, "dan bahwa ia tidak akan menandatangani perjanjian akhir tanpa terpenuhinya syarat-syarat ini".
Trump mengatakan Washington dan Iran telah "sebagian besar menegosiasikan" nota kesepahaman tentang kesepakatan perdamaian yang akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang secara efektif tertutup sejak AS dan Israel melancarkan perang mereka terhadap Iran pada bulan Februari.
Yakinkan Dunia Tak Kembangkan Senjata Nuklir
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Iran siap meyakinkan komunitas internasional bahwa negara itu tidak mengembangkan senjata nuklir maupun menciptakan ketidakstabilan di kawasan.
"Sebelum Ayatollah Ali Khamenei wafat, kami telah menyatakan — dan menegaskan lagi sekarang — bahwa kami siap meyakinkan dunia bahwa kami tidak mengembangkan senjata nuklir," kata Pezeshkian dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Iran, IRNA, Minggu.
Ia menuding Israel justru menjadi pihak yang mendorong ketidakstabilan kawasan melalui visi "Israel Raya."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pezeshkian juga menegaskan para negosiator Iran tidak akan pernah berkompromi terkait "kehormatan dan martabat" negara.
Pernyataannya itu muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar telah dirundingkan dan tinggal menunggu finalisasi.
Halaman Selanjutnya
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz.

3 hours ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)