VIVA – Neymar akhirnya menutup lembaran panjang kariernya bersama Timnas Brasil. Penyerang berusia 34 tahun itu memastikan tak akan lagi mengenakan seragam kuning Canarinha usai membela Santos menghadapi Universidad Central pada ajang CONMEBOL Sudamericana di Estadio Urbano Caldeira, Rabu, 29 Juli 2026.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan lebih dari satu dekade Neymar sebagai ikon sepak bola Brasil. Meski gagal mempersembahkan trofi Piala Dunia maupun Copa America, mantan bintang Barcelona dan Paris Saint-Germain itu menegaskan tidak memiliki penyesalan sedikit pun atas pengabdiannya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Masa saya bersama tim nasional sudah berakhir. Saya sudah mencetak sejarah, saya sangat bahagia, saya memberikan darah saya, hidup saya. Saya selalu berjuang demi seragam kuning Brasil, tetapi sekarang saya tidak ingin melanjutkannya lagi," ujar Neymar.
Sepanjang memperkuat Brasil sejak menjalani debut pada 2010, Neymar mencatatkan rekor yang sulit ditandingi. Ia mengemas 80 gol dari 130 pertandingan dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Brasil, melewati torehan legenda sepak bola Pele yang mencetak 77 gol.
Di balik pencapaian tersebut, perjalanan Neymar bersama Canarinha juga diwarnai berbagai tantangan. Setelah meninggalkan Paris Saint-Germain untuk bergabung dengan klub Arab Saudi, Al-Hilal, kariernya kerap terganggu cedera. Kondisi itu membuatnya berulang kali menepi sekaligus kehilangan tempat utama di skuad Brasil yang mulai dihuni generasi penyerang baru.
Berupaya menghidupkan kembali karier internasionalnya, Neymar memutuskan pulang ke klub masa kecilnya, Santos, pada Januari 2025. Langkah itu diambil demi mengembalikan kondisi terbaik sekaligus membuka peluang tampil di Piala Dunia 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Harapan tersebut sempat menemui jalan terjal. Cedera terus menghantui sehingga memunculkan keraguan apakah Neymar masih layak masuk dalam rencana pelatih Carlo Ancelotti. Demi mempercepat proses pemulihan, ia bahkan memilih menjalani operasi lutut.
Usahanya akhirnya membuahkan hasil ketika Ancelotti memasukkan namanya ke dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Kondisi fisiknya dinilai belum sepenuhnya pulih sehingga Neymar harus menjalani perawatan lebih lanjut sebelum akhirnya tampil pada laga ketiga Grup C menghadapi Skotlandia.
Halaman Selanjutnya
Sepanjang perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026, Neymar hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam dua pertandingan. Selain saat menghadapi Skotlandia, ia juga dimainkan ketika Brasil takluk 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar. Dalam turnamen tersebut, Neymar menyumbangkan satu gol melalui eksekusi penalti.

11 hours ago
1











