Nyai Nur Khodijah Pelopor Pendiri Ponpes Putri se-Indonesia

1 day ago 2

Sabtu, 14 Maret 2026 - 23:22 WIB

Jombang, VIVA – Haul ke-74 Pengasuh Pondok Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, Nyai Nur Khodijah, Sabtu, 14 Maret 2026, menguak tabir kesalahan pencatatan tahun wafatnya mendiang istri KH Bisri Syansuri tersebut. 

Menurut data, Nyai Nur Khodijah wafat kisaran tahun 1949 , 1952, 1953, 1955, dan 1958. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), M Faishol mengatakan bahwa zaman dahulu cara memperoleh data tokoh pendiri NU dan istrinya dengan metode patokan dari suatu peristiwa.

"Sehingga, secara perhitungan, untuk Bu Nyai Nur Khodijah, sesuai hitungan hijriah, maka pada 2023 adalah Haul beliau yang ke-70, bukan ke-74," kata Faisol dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 Maret 2026.

Menurut Faisol, dirinya diberi data oleh sang ibunda, yang merupakan santri dari pesantren Nyai Nur Khodijah. Berdasarkan kesaksian sang ibunda, Faisol mengatakan Nyai Nur Khodijah wafat pada tertulis tahun Masehi 1955.

Namun, lanjut dia, setelah ditemukan buku "Risalah Akhir Sanah" yang ditemukan beberapa bulan lalu di Perpustakaan Ndalem Kasepuhan menyebut secara jelas bahwa Nyai Nur Khodijah wafat pada 1955 dengan perhitungan hijriah pada 22 Ramadhan 1374 H. 

"Bermakna jika dikonversikan ke hitungan masehi, beliau wafat pada Ahad, 15 Mei 1955 dalam usia 63 tahun. Sementara Kiai Bisri Syansuri wafat pada 10 Jumadil Akhir 1440 H, atau Jumat, 25 April 1980 dalam usia 93 tahun," kata Faisol.

"Dalam buku 'Risalah Akhir Sanah' tertulis kewafatan Nyai Nur pada 22 Ramadhan 1375. Agaknya keliru sedikit terkait tahun, yang semestinya adalah 22 Ramadhan 1374," sambungnya.

Ia menambahkan bahwa lahir dan wafatnya Nyai Nur Khodijah bersamaan saat bulan Ramadhan. 

Nyai Nur Khodijah dikenal sebagai Bu Nyai pelopor pendidikan pesantren putri pertama di Indonesia, yang lembut, sabar, cerdas, tegas, disiplin dan ahli tirakat. Sekitar 38 tahun, Nyai Nur mendampingi Kiai Bisri Syansuri dalam kepengasuhan Pesantren Denanyar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernikahan Kiai Hasbullah dan Nyai Lathifah melahirkan tujuh putra-putri yaitu Abdul Wahab, Abdul Hamid, Nur Khodijah, Abdurrohim, Fathimah, Sholihah, Zuhriyah, dan Aminaturrohiyah. 

Putra pertama, Kiai Abdul Wahab lahir pada 1887, kemudian disusul Kiai Abdul Hamid sebagai putra kedua yang lahir pada 1890, dan Nyai Nur Khodijah sebagai putri yang ketiga lahir pada 1897, persisnya pada 23 Februari 1897, setelah dikonversi dari arsip ANRI, 

Halaman Selanjutnya

Pendaftaran orang Indonesia yang terkemuka yang ada di Jawa, yaitu 21 Ramadhan 1314 Hijriah. Nyai Nur Khodijah pada usia sekitar 17 tahun kemudian menikah dengan Kiai Bisri Syansuri yang berusia sekitar 27 tahun, pada 1914. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |