Oleh-oleh dari Washington, Purbaya Klaim S&P Tetap Jaga Rating RI di Triple B (BBB)

1 hour ago 2

Kamis, 16 April 2026 - 18:43 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan kabar baik usai menggelar pertemuan dengan lembaga rating Standard & Poor's (S&P) di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Dia menyatakan bahwa Standard & Poor's (S&P) memberikan konfirmasi bahwa rating RI tetap triple B dengan Outlook yang tetap stabil. Diketahui rating Triple B (BBB) adalah kategori "Investment Grade" (layak investasi), yang menunjukkan tingkat risiko gagal bayar (default) yang relatif rendah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mereka (S&P) menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita termasuk defisit tahun ini dan tahun lalu utamanya mereka ingin melihat apakah kita konsisten menjaga dibawah 3 persen dari PDB,” kata Purbaya dalam keterangannya, Kamis, 16 April 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

"Saya bilang kita konsisten dengan kebijakan itu, Presiden Prabowo telah memberikan arahan bahwa defisit kita dijaga dibawah 3 persen,” ujarnya.

Purbaya mengakui, memang ada concern sedikit soal rasio pembayaran utang terhadap pendapatan atau pajak. Namun, Dia dan jajaran tim Kementrian Keuangan berupaya meyakinkan S&P bahwa hal itu bisa dikendalikan kedepannya, dan belum pada level yang membahayakan sesuai kondisi perbaikan pengumpulan pajak dan cukai.

"Saya sampaikan ke mereka kita sudah restrukturisasi organisasi Pajak dan Cukai supaya performnya lebih baik. Dan ketika kita beritahu bahwa dua bulan tahun ini pertumbuhan pajak 30 persen dan dibulan januari-maret dibanding tahun lalu tumbuh 20 persen mereka sepetinya cukup puas,” kata Purbaya.

"Dan beritanya agak menyenangkan buat saya bahwa S&P memberikan konfirmasi bahwa rating kita tetap triple B dengan outlook yang tetap stabil,” ujarnya.

Sementara respons lembaga pemeringkat rating internasional itu terhadap defisit RI yang dibawah 3 persen, Purbaya menjelaskan intinya S&P menilai pertumbuhan ekonomi RI membaik di triwulan ke IV dibanding sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu indikator awalnya menurut Purbaya, S&P melihat semua aktivitas makro dan mikro ekonomi RI dibawah pemerintahan Presiden Prabowo sudah membaik.

"Itu 2,9 persen pada waktu kita laporan awal tapi di angka pp nanti kira kira di angka 2,8 persen saya sebutkan indikasi itu jadi mereka sangat positif dengan rasio seperti itu,” kata Purbaya.

Halaman Selanjutnya

“Dan yang terpenting adalah mereka melihat bahwa pertumbuhan kita membaik di triwulan ke IV dibanding sebelumnya. Itu mungkin alasan mereka memberi konfirmasi saya kemarin bahwa outlook peringkat kita tetap stabil,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |