Operasional PLTP Harus Selaras dengan Upaya Menjaga Kelestarian Lingkungan dan Situs Budaya

3 days ago 4

Kamis, 17 September 2026 - 11:35 WIB

Jakarta, VIVA Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dinilai dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan hingga situs budaya yang ada di sekitarnya, melalui pengelolaan yang mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Hal itu sebagaimana yang dilakukan di PLTP Lahendong di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, dimana keberadaan PLTP tersebut dinilai tidak berdampak negatif terhadap kelestarian situs Waruga yang merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Minahasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Tombulu (LAKT) "Tawaang" Kota Tomohon, Ibrahim Ratulangi Tular menjelaskan, Waruga merupakan situs peninggalan budaya masyarakat Minahasa berupa peti kubur batu, sebagai bagian dari sejarah dan tradisi masyarakat pada masa lalu. Sehingga keberadaannya hingga kini tetap dijaga sebagai warisan budaya masyarakat Minahasa.

Ibrahim menegaskan, keberadaan PLTP tidak perlu dipertentangkan dengan upaya pelestarian situs budaya. Menurutnya, operasional pembangkit panas bumi dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian sekitar 100 Waruga yang tersebar di Tomohon.

“Sebagai warisan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Minahasa, tentu kelestariannya harus terus dijaga. Namun, kita juga perlu melihat persoalan ini secara objektif berdasarkan kondisi di lapangan," kata Ibrahim dalam keterangannya, Kamis, 17 September 2026.

"Kehadiran dan operasional PLTP tidak memberikan pengaruh negatif terhadap keberadaan maupun kelestarian situs Waruga,” ujarnya.

Ibrahim menambahkan, aspek kelestarian lingkungan dan alam menjadi bagian penting dalam operasional pembangkit panas bumi. Aktivitas PLTP Lahendong dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta ketentuan yang berlaku.

“Tidak tepat apabila keberadaan PLTP kemudian dikaitkan dengan ancaman terhadap situs budaya. Selama operasional dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan lingkungan, alam, dan warisan budaya, keduanya dapat berjalan beriringan,” kata Ibrahim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Ibrahim menyebut kondisi Waruga di sekitar kawasan Lahendong dapat menjadi gambaran nyata bahwa aktivitas pembangkitan listrik dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan budaya. Terlebih, operasional PLTP di kawasan tersebut telah berlangsung lebih dari 25 tahun.

“Kalau kita melihat kondisi Waruga yang ada di sekitar kawasan ini, keberadaannya tetap terjaga dan nilai sejarah serta budayanya tetap lestari. Ini menunjukkan bahwa keberadaan PLTP tidak menghilangkan ataupun mengurangi nilai Waruga sebagai warisan budaya,” ujar Ibrahim.

Halaman Selanjutnya

Kehadiran dan operasional PLTP Lahendong juga tidak memengaruhi kebutuhan air tanah masyarakat Tomohon, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas perkebunan. Hal ini sejalan dengan terus berkembangnya sektor perkebunan dan budidaya bunga yang menjadi salah satu identitas Kota Tomohon.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |