Pedas! Presiden La Liga Semprot Gianni Infantino Gara-gara Ini

3 weeks ago 7

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:02 WIB

VIVA – Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik keras terhadap FIFA dan presidennya, Gianni Infantino, terkait wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim. 

Tebas menilai gagasan memperluas Piala Dunia dari 48 menjadi 64 peserta tidak masuk akal. Menurutnya, kebijakan tersebut justru berpotensi merusak ekosistem sepak bola yang selama ini ditopang oleh kompetisi domestik di berbagai negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Meningkatkan jumlah tim nasional tidak masuk akal. Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia, yang merupakan ajang terpenting. Tetapi tidak semuanya bisa berputar di sekitar Piala Dunia. Kompetisi nasional-lah yang mendukung olahraga ini," kata Tebas kepada media Italia, La Gazzetta dello Sport, Selasa 21 Juli 2026.

Presiden LaLiga, Javier Tebas

Photo :

  • ANTARA/Zaro Ezza Syachniar

Ia menegaskan, kalender sepak bola yang semakin padat akan berdampak pada liga-liga domestik, klub, hingga ribuan pekerja yang menggantungkan hidup dari industri sepak bola sepanjang musim.

"Mereka menghancurkan industri sepak bola, industri yang menciptakan puluhan ribu lapangan kerja untuk sebuah acara yang berlangsung selama 40 hari dan yang hanya diikuti oleh sebagian kecil pemain," ujarnya.

Tebas juga menilai FIFA seharusnya lebih fokus melindungi kompetisi nasional dibanding terus memperluas turnamen internasional.

"Kita butuh lebih sedikit tim nasional dan lebih banyak perlindungan untuk sepak bola nasional, di semua tingkatan. Mereka tidak menyadarinya, mereka mengambil keputusan secara tidak bertanggung jawab," lanjutnya.

Kritik Tebas tidak berhenti pada rencana penambahan peserta Piala Dunia. Ia juga menyinggung kepemimpinan Gianni Infantino yang dinilai sudah saatnya mengalami perubahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Menurut pendapat saya, ya, saya pikir waktunya sudah habis. Tetapi dia mendapat dukungan dari sistem, dari federasi, tidak banyak lagi yang perlu ditambahkan, kan?" katanya.

"Tidak ada kandidat oposisi, tidak ada yang ingin mencalonkan diri untuk kalah. Inilah sistemnya, dan sistem ini sakit dari akarnya," ujar Tebas.

Pemain Muda Spanyol, Lamine Yamal mengangkat trofi Piala Dunia usai bungkam Argentina di Final

Peluit Akhir Final Piala Dunia 2026 Picu Getaran Seismik di Spanyol, Kok Bisa?

Pertandingan final piala dunia 2026 masih ramai diperbincangkan. Termasuk terkait fenomena aktivitas seismik yang dicatat oleh para ilmuan di Spanyol.

img_title

VIVA.co.id

22 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |