Jakarta, VIVA – Nama Pemeriksa Fungsional Ahli Madya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ahmad Dedi, tengah menjadi sorotan usai disebut menghindari wawancara media terkait dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Isu tersebut bahkan memunculkan spekulasi liar yang mengaitkan Ahmad Dedi dengan perkara yang kini tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menanggapi hal itu, kuasa hukum Ahmad Dedi, T S Hamonangan Daulay, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan kliennya tidak pernah melarikan diri maupun menghindari proses hukum.
"Di sini perlu diluruskan, karena sudah terjadi framing negatif yang pada akhirnya merugikan klien kami. Seolah-olah takut karena terlibat dalam kasus tersebut," kata Hamonangan Daulay, kepada wartawan, Sabtu 9 Mei 2026.
Menurut dia, keputusan Ahmad Dedi untuk tidak memberikan komentar kepada media saat itu merupakan bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
"Bagi Ahmad Dedi, berkomentar di media saat itu justru akan menjadi kontraproduktif terhadap penyelidikan kasus tersebut di KPK. Biarlah kita hormati proses hukum yang sedang berlangsung," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa status Ahmad Dedi saat ini masih sebagai saksi. Kehadirannya di pemeriksaan disebut sebagai bentuk kooperatif untuk membantu penyelidikan yang dilakukan KPK.
"Makanya, dia hadir dan memberikan kesaksian berdasarkan apa yang dia ketahui. Sekali lagi, dia sebagai saksi dan bukan tersangka," tuturnya.
Lebih lanjut, pihak kuasa hukum berharap media tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan tidak mudah terpengaruh opini yang dinilai menyudutkan kliennya.
"Saya berharap kepada teman-teman media, jangan mudah termakan framing pihak tertentu. Kasus ini harus kita kawal bersama-sama, agar pengusutannya berlangsung dengan lancar dan tuntas," kata dia lagi.
Sebelumnya diberitakan, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu yang diperiksa yaitu Ahmad Dedi selaku PNS Direktorat Jenderal Bea Cukai.
Setelah menjalani pemeriksaan, Ahmad Dedi yang mengenakan kemeja putih lengan pendek dan celana hitam itu tampak lari terbirit-birit keluar dari Gedung Merah Putih KPK.
Halaman Selanjutnya
Dia terus berlari hingga jalan umum depan Gedung Merah Putih KPK tanpa menghiraukan awak media yang juga mengejarnya dari belakang.

4 days ago
9











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)