Pemeriksaan Pegawai Bea Cukai oleh KPK Dinilai Jadi Langkah Pengusutan Dugaan Mafia Impor

4 days ago 10

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:35 WIB

Jakarta, VIVA – Pemeriksaan mantan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Ahmad Dedi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan mafia impor.

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus menilai langkah KPK memeriksa Ahmad Dedi menunjukkan keseriusan dalam mengusut dugaan jaringan mafia impor di sektor kepabeanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“KPK sudah terlihat komitmennya untuk membongkar orang-orang yang menurut analisa kami mafia bea cukai. Sebab dia (Dedi) mantan orang dalam yang walau sudah pensiun masih mampu memiliki pengaruh,” kata Iskandar di Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.

Menurut Iskandar, praktik mafia di sektor kepabeanan sulit diberantas karena diduga melibatkan oknum yang memahami detail mekanisme hingga celah pengawasan di internal Bea Cukai.

“Kami yakin mafia itu dari unsur oknum-oknum Bea Cukai, sebab mereka yang lebih paham mekanisme dan antitesenya,” ujarnya.

Ia juga meminta dugaan keterkaitan Ahmad Dedi ditelusuri lebih jauh. Sebab, bila masih memiliki pengaruh strategis di sekitar pemerintahan, hal itu dinilai berpotensi menjaga keberlangsungan praktik mafia impor.

“Kalau itu benar, dia terlihat mengambil posisi untuk keberlanjutan bisnis mafia tersebut agar tetap eksis di pusaran itu,” kata dia.

Lebih lanjut, Iskandar berharap KPK tidak berhenti hanya pada pemeriksaan saksi, tetapi juga membongkar jaringan besar mafia impor yang disebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan merugikan banyak pelaku usaha.

“Idealnya diterapkan juga pasal pemerasan supaya para forwarder yang selama ini dirugikan mau ikut membongkar jaringan mafia yang sudah lama bermain,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Salah satu yang diperiksa yaitu Ahmad Dedi selaku PNS Direktorat Jenderal Bea Cukai. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah menjalani pemeriksaan, Ahmad Dedi yang mengenakan kemeja putih lengan pendek dan celana hitam itu tampak lari terbirit-birit keluar dari Gedung Merah Putih KPK.

Dia terus berlari hingga jalan umum depan Gedung Merah Putih KPK tanpa menghiraukan awak media yang juga mengejarnya dari belakang. 

Halaman Selanjutnya

Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK mengonfirmasi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |