Pemerintah Bayar Utang hingga BI Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa RI turun Jadi US$146,2 Miliar

6 days ago 10

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:52 WIB

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 mencapai US$146,2 miliar. Cadangan itu tetap tinggi meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026 sebesar US$148,2 miliar.

Direktur Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perkembangan ini dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

'Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," ujar Ramdan dikutip dari keterangannya, Jumat, 8 Mei 2026.

Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tambahnya.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Rupiah melemah terhadap dolar AS.

Rupiah Melemah ke Rp 17.350 di Tengah Potensi Kenaikan Harga BBM Akibat Tingginya Tekanan Fiskal

Hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.350 per dolar AS. Posisi itu melemah 17 poin atau 0,10 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.333 per dolar AS

img_title

VIVA.co.id

8 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |